JAKARTA – Sebanyak 11 kapal baru kini bergerak menuju Gaza untuk menantang blokade Israel yang telah berlangsung hampir 18 tahun dan menjerat lebih dari dua juta warga Palestina dalam krisis kemanusiaan.
Freedom Flotilla Coalition (FFC), organisasi internasional yang berdiri sejak 2008, mengonfirmasi keberangkatan konvoi kapal tersebut sebagai bagian dari misi kemanusiaan sekaligus upaya mengingatkan dunia pada kondisi Gaza.
Sejak dibentuk, FFC telah berulang kali mengirimkan armada ke Gaza dengan membawa bantuan serta dukungan internasional terhadap perjuangan kemanusiaan di wilayah tersebut.
Dua kapal pertama yang mengibarkan bendera Italia dan Prancis bertolak dari pelabuhan Otranto pada 25 September, disusul kapal Conscience yang berlayar pada 30 September.
Ketiga kapal ini dijadwalkan bergabung dengan konvoi delapan kapal lain bernama Thousand Madleens to Gaza, sehingga total ada 11 kapal yang melanjutkan perjalanan bersama menuju Jalur Gaza.
Menurut keterangan resmi FFC, sekitar 100 aktivis dari berbagai negara berada di atas kapal, dan armada tersebut kini telah mencapai perairan lepas pantai Kreta.
Langkah terbaru ini berlangsung hanya sehari setelah angkatan laut Israel menyerang dan menyita 42 kapal yang sebelumnya berlayar menuju Gaza.
Lebih dari 450 aktivis ditahan dalam operasi militer tersebut, sementara muatan kapal mereka ikut disita dan para penumpang dideportasi.
Israel selama bertahun-tahun rutin menghadang armada menuju Gaza, menyita kargo bantuan, dan mengusir para aktivis yang ikut serta dalam misi kemanusiaan.
Blokade terhadap Gaza yang telah berlangsung hampir dua dekade menimbulkan penderitaan besar bagi sekitar 2,4 juta penduduk yang terjebak dalam situasi kemanusiaan darurat.***