JAKARTA β Arsenal memasuki fase krusial musim ini dengan membawa luka mendalam usai kekalahan di Wembley yang kini justru menjadi bahan bakar utama kebangkitan mereka.
Kekalahan dari Manchester City di final Carabao Cup menyisakan evaluasi besar bagi skuad asuhan Mikel Arteta yang tampil jauh dari ekspektasi, terutama pada babak kedua yang dinilai tumpul dan tanpa perlawanan berarti.
Situasi ini membuat jeda internasional tak sepenuhnya menjadi waktu istirahat bagi pelatih asal Spanyol tersebut, melainkan momentum refleksi mendalam untuk membenahi performa tim.
Berbeda dengan sebagian pemain yang tak banyak tampil membela negaranya, Arteta justru memanfaatkan waktu untuk membedah ulang kekalahan menyakitkan tersebut secara detail bersama tim pelatih.
Beberapa pemain kunci seperti Gabriel Magalhaes dan William Saliba absen dari agenda internasional, sementara Declan Rice dan Bukayo Saka hanya menjalani agenda singkat sebelum kembali ke klub.
Hal ini memberi Arteta ruang lebih luas untuk fokus pada evaluasi taktik dan mentalitas tim setelah performa yang dianggap sebagai salah satu yang terburuk musim ini.
Dalam pernyataannya, Arteta mengibaratkan kekalahan itu sebagai βracunβ yang harus segera dikeluarkan, namun tetap menyisakan bekas sebagai pengingat penting untuk masa depan.
Ia menegaskan bahwa kesempatan memenangkan final di Wembley adalah momen langka yang tidak boleh disia-siakan, sehingga rasa kecewa harus diubah menjadi motivasi jangka panjang.
Kini, fokus Arsenal beralih ke laga perempat final FA Cup melawan Southampton di St Maryβs yang akan menjadi ujian pertama pasca kekalahan tersebut, Minggu (5/4/2026) pukul 02.00 WIB.
Meski FA Cup bukan prioritas utama dibanding Premier League dan Liga Champions, laga ini mendadak memiliki arti besar dalam menjaga arah musim tetap stabil.
Kegagalan meraih kemenangan bisa memperparah tekanan dan membuat kekalahan di Wembley tidak lagi dianggap sebagai insiden semata, melainkan awal kemunduran.
Sebaliknya, kemenangan akan membuka jalan kembali ke Wembley sekaligus kesempatan menebus kegagalan sebelumnya.
Arteta berharap rasa sakit yang dirasakan timnya dapat berubah menjadi energi positif yang mendorong performa lebih konsisten hingga akhir musim.
Sepanjang musim ini, Arsenal terbukti mampu bangkit dari keterpurukan dengan catatan impresif setelah kekalahan, termasuk rangkaian tak terkalahkan dalam beberapa periode panjang.
Jika tren tersebut kembali terulang, peluang mengakhiri puasa gelar selama enam tahun tetap terbuka lebar bagi The Gunners.
Dengan demikian, pertandingan melawan Southampton bukan sekadar laga biasa, melainkan titik balik yang bisa menentukan arah akhir musim Arsenal.
Perkiraan susunan pemain Southampton vs Arsenal, Piala FA, Minggu (5/4/2026) pukul 02.00 WIB:
Southampton (4-2-3-1)
Pelatih: Tonda Eckert
Kiper:
- Daniel Peretz (41)
Bek:
- James Bree (14)
- Taylor Harwood-Bellis (6)
- Nathan Wood (15)
- Ryan Manning (3)
Gelandang Bertahan:
- Oriol Romeu (28)
- Caspar Jander (20)
Gelandang Serang:
- Tom Fellows (18)
- Finn Azaz (10)
- Samuel Edozie (23)
Striker:
- Ross Stewart (11)
Arsenal (4-2-3-1)
Pelatih: Mikel Arteta
Kiper:
- Kepa Arrizabalaga (13)
Bek:
- Ben White (4)
- Cristhian Mosquera (3)
- Riccardo Calafiori (33)
- Marli Salmon (89)
Gelandang Bertahan:
- Christian NΓΈrgaard (16)
- Myles Lewis-Skelly (49)
Gelandang Serang:
- Max Dowman (56)
- Kai Havertz (29)
- Leandro Trossard (19)
Striker:
- Gabriel Jesus (9).***