Situasi di Lebanon yang kian membara memaksa pimpinan tertinggi TNI mengambil langkah defensif yang sangat ketat. Pasca gugurnya tiga prajurit terbaik bangsa, instruksi tegas keluar: Masuk bunker dan hentikan seluruh pergerakan.
Di tengah eskalasi konflik yang semakin tidak menentu di Lebanon Selatan, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengambil langkah drastis demi keselamatan pasukannya. Melalui sambungan video call yang emosional, Jenderal Agus memerintahkan seluruh prajurit Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL untuk segera menghentikan aktivitas di luar markas.
Instruksi ini dikeluarkan menyusul gugurnya tiga prajurit penjaga perdamaian Indonesia akibat serangan artileri dan ranjau di wilayah konflik.
βJaga moral prajurit yang ada di sana, tetap melaksanakan pengamanan intern, masuk ke bunker-bunker dan tidak ada kegiatan yang lagi keluar,β ujar Agus dikutip dari akun Instagram pribadinya, Sabtu
βGaruda Prima!β β Semangat di Balik Bunker
Meski diperintahkan untuk berlindung di bawah tanah, Panglima menekankan bahwa semangat dan mentalitas prajurit tidak boleh luntur. Ia meminta komandan lapangan untuk terus menjaga psikologis pasukan di tengah situasi yang kian mencekam.
βSiap Panglima, kami laksanakan. Garuda Prima!β jawab Komandan Satgas dengan lantang, menegaskan kesiapan pasukan untuk tetap siaga meski dalam kondisi lockdown markas.
Penghormatan Terakhir untuk Tiga Pahlawan
Perintah ini bukan tanpa alasan. Ibu Pertiwi tengah berduka setelah tiga prajurit terbaiknya gugur dalam tugas:
-
Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar
-
Sertu Muhammad Nur
-
Praka Farizal Rhomadhon
Ketiganya gugur dalam insiden tragis akibat serangan artileri dan ranjau yang menghantam kendaraan mereka di tengah meningkatnya serangan militer Israel di perbatasan Lebanon. Jenazah para pahlawan bangsa ini dijadwalkan tiba di tanah air pada hari ini, Sabtu (4/4/2026), setelah sebelumnya dilepas dengan upacara militer penuh haru oleh pimpinan UNIFIL di Beirut.
Proses Repatriasi yang Menantang
Kementerian Luar Negeri RI memastikan bahwa pemulangan jenazah menjadi prioritas utama sebagai bentuk penghormatan negara. Meski jalur udara dari Beirut ke Jakarta dalam kondisi normal memakan waktu 17 jam, situasi perang saat ini membuat pergerakan logistik dan diplomatik menjadi sangat terbatas.
βDoa dan dukungan dari seluruh rakyat Indonesia menjadi penguat dalam mengiringi kepulangan para pahlawan bangsa,β tulis pernyataan resmi Kemlu RI.
Pemerintah Indonesia terus berkoordinasi dengan PBB untuk memastikan evakuasi dan repatriasi berjalan aman, sembari terus memantau keselamatan ribuan personel TNI lainnya yang masih bertaruh nyawa di garis depan perdamaian dunia.