AJACCIO, PRANCIS – Seorang petugas pengendali lalu lintas udara di Bandara Napoléon Bonaparte, Ajaccio, diduga tertidur saat bertugas, menyebabkan pesawat Airbus A320 milik Air Corsica terpaksa berputar di udara selama hampir satu jam di atas Teluk Ajaccio
Insiden ini terjadi pada Selasa dini hari, 16 September 2025, saat pesawat dengan nomor penerbangan dari Bandara Orly, Paris, mendekati landasan pacu sekitar pukul 00:00 waktu setempat.
Namun, panggilan berulang dari pilot tak kunjung mendapat respons, dan lampu landasan pacu tetap gelap gulita. Akibatnya, kru pesawat memilih untuk tetap mengitari wilayah tersebut sambil menunggu petunjuk, menghindari risiko pendaratan darurat di kondisi minim visibilitas.
Menurut data pelacakan penerbangan dari FlightAware, keberangkatan pesawat dari Paris sudah mengalami keterlambatan 27 menit. Saat tiba di Ajaccio, total penundaan membengkak menjadi 1 jam 18 menit, dengan pendaratan akhir baru terealisasi pukul 00:35 waktu setempat.
Langkah darurat pun segera diambil oleh tim bandara: pintu menara kontrol yang terkunci memaksa staf memanjat menggunakan tangga untuk memasuki ruangan. Di sana, mereka menemukan ATC sedang terlelap di meja kerjanya.
“Kami sempat khawatir pesawat dialihkan ke Bastia. Untung semua penumpang tetap tenang,” ujar seorang penumpang yang enggan disebut namanya, seperti dikutip dari media lokal Corse Matin.
Sementara itu, pilot pesawat berusaha meredakan ketegangan di kabin dengan bercanda bahwa mereka sedang “melakukan sedikit tur udara” di atas Teluk Ajaccio. Namun, belakangan ia mengakui bahwa dalam puluhan tahun pengalamannya, baru kali ini menghadapi kondisi semacam itu.
Pihak bandara segera melakukan tes alkohol dan obat-obatan terhadap ATC pasca-insiden, yang hasilnya negatif. Meski demikian, kejadian ini menyoroti celah potensial dalam protokol keselamatan, khususnya di bandara-bandara regional dengan staf terbatas seperti Napoléon Bonaparte.
Departemen Penerbangan Prancis kini sedang menyelidiki lebih lanjut untuk mencegah pengulangan, termasuk evaluasi jam kerja dan sistem pengawasan malam hari.
Air Corsica, sebagai operator penerbangan utama di wilayah Korsika, menyatakan komitmen penuh untuk mendukung investigasi.
“Keselamatan penumpang adalah prioritas utama kami,” tulis pernyataan resmi maskapai tersebut.
Insiden serupa jarang terjadi di Eropa, tetapi kasus ini mengingatkan industri penerbangan global akan pentingnya kewaspadaan 24 jam, terutama di rute domestik malam hari.
Hingga kini, tidak ada laporan cedera pada 150 penumpang dan kru pesawat. Kejadian ini juga memicu diskusi luas di media sosial tentang reformasi pengawasan ATC, dengan tagar #AviationSafety trending di platform X.
Penerbangan ke Ajaccio dilaporkan kembali normal, meski penumpang disarankan memeriksa status penerbangan terbaru melalui situs resmi Air Corsica atau FlightAware untuk menghindari ketidaknyamanan serupa.