JAKARTA — Atlet junior Taekwondo Indonesia, Giovano Gikey Mandagi, menyumbangkan medali perak pada ajang 2026 China Open Taekwondo Championship di Hunan, China. Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) Letjen TNI Richard Tampubolon mengapresiasi capaian tersebut sebagai bukti daya saing atlet muda Indonesia di level internasional.
Giovano tampil pada nomor Kyorugi atau pertarungan kelas U-51 kilogram junior putra dalam kejuaraan yang berlangsung pada 23–24 Agustus 2026. Ia berhasil menembus partai final pada hari pertama pertandingan, Minggu (23/8/2026), sebelum akhirnya harus mengakui keunggulan atlet asal Hong Kong dan membawa pulang medali perak.
Richard mengatakan pencapaian Giovano diraih melalui persaingan dengan atlet dari delapan negara yang mengikuti kategori tersebut.
“Gionano merupakan Atlet Junior Taekwondo Indonesia. Ia unjuk gigi dari peserta delapan negara untuk kategori Kyorugi (pertarungan) U-51, dengan meraih 1 Medali Perak pada kejuaraan 2026 China Open Taekwondo Championship,” ujar Richard saat dikonfirmasi, Rabu (26/8/2026).
Menurut Richard, keberhasilan atlet junior Indonesia menembus babak final dan meraih medali dalam persaingan internasional menjadi capaian yang patut diapresiasi. Hasil tersebut juga menunjukkan kemampuan atlet muda Indonesia untuk bersaing dengan peserta dari negara lain.
Giovano turun pada kelas Kyorugi U-51 kilogram junior putra dan menjalani pertandingan hingga mencapai babak puncak. Meski belum berhasil merebut medali emas, raihan perak menjadi prestasi bagi Tim Pelatnas Taekwondo Indonesia dalam keikutsertaannya di ajang internasional tersebut.
2026 China Open Taekwondo Championship merupakan kejuaraan berstatus G1 yang mempertemukan atlet taekwondo dari berbagai negara. Keikutsertaan Indonesia dalam kompetisi di Hunan itu menjadi bagian dari agenda pertandingan internasional yang diikuti Tim Pelatnas Taekwondo Indonesia pada level junior.
PBTI pun memberikan apresiasi atas hasil yang diraih Giovano. Medali perak dari China Open Taekwondo Championship 2026 menambah catatan prestasi atlet junior Indonesia sekaligus menjadi hasil dari persaingan di nomor Kyorugi yang diikuti peserta dari delapan negara.
Capaian tersebut diharapkan dapat menjadi dorongan bagi para atlet muda Taekwondo Indonesia untuk terus meningkatkan kemampuan dan menghadapi kompetisi internasional berikutnya.



