LOMBOK BARAT – Banjir besar akibat luapan sungai merendam tiga kecamatan di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, menyebabkan ratusan rumah terendam air.
Banjir di Lombok Barat ini terjadi akibat intensitas hujan tinggi, turut mempengaruhi kehidupan ribuan penduduk setempat.
“Banjir terjadi secara simultan di beberapa wilayah, yaitu Kecamatan Labuapi, Kediri, dan Gerung,” ungkap Penjabat Bupati Lombok Barat, Ilham, dalam konferensi pers setelah meninjau posko pengungsian di Kantor Camat Labuapi, pada Selasa (11/2).
Pemerintah Kabupaten Lombok Barat melaporkan bahwa sekitar 340 kepala keluarga (KK) terdampak banjir di wilayah tersebut, dengan sebagian besar berada di Bajur, Kuranji, dan Karang Bongkot.
“Banjir datang langsung dari sungai yang meluap akibat hujan,” lanjut Ilham seperti dikutip Antara.
Di Bajur, sekitar 250 kepala keluarga terkena dampak, sementara Kuranji dan Karang Bongkot masing-masing tercatat dengan 40 dan 50 kepala keluarga yang terdampak.
Berdasarkan laporan warga, beberapa rumah di Desa Kuranji, seperti di Komplek Rumah Teduh, masih tergenang air meski hujan sudah mulai reda.
Posko Pengungsian
Guna merespons bencana ini, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat telah mendirikan posko utama pengungsian di Kantor Camat Labuapi yang direncanakan akan bertahan hingga lima hari ke depan.
Ilham menegaskan, “Posko utama itu kami rencanakan sampai lima hari ke depan, termasuk bantuan yang kami siapkan di sini juga untuk lima hari ke depan.”
Sementara itu, berbagai bantuan logistik yang terpusat di posko utama segera disalurkan kepada korban banjir di sejumlah titik terdampak.
Dengan cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi, termasuk dampak dari bibit siklon tropis dan fenomena La Nina, pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat Nusa Tenggara Barat akan peluang curah hujan lebih dari 50 milimeter yang dapat terjadi pada periode 11 hingga 20 Februari 2025.
Dengan probabilitas 40 hingga 90 persen, kondisi ini meningkatkan status kewaspadaan di sebagian besar wilayah NTB, di mana curah hujan lebih dari 100 milimeter juga dapat terjadi dengan peluang 10 hingga 60 persen.***



