JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa bencana hidrometeorologi masih mendominasi diberagai wilayah Indonesia. Banjir, longsor hingga gempa bumi kerap terjadi.
“Berdasarkan laporan peristiwa bencana yang dihimpun pada Kamis (10/4), terdapat tiga peristiwa banjir, sementara cuaca ekstrem, kekeringan, dan gempa bumi masing-masing satu peristiwa.” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari
Banjir Rendam Tiga Daerah: Tebing Tinggi, Luwu, dan Bogor
Banjir menjadi bencana paling dominan selama pancaroba. Di Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara, hujan deras menyebabkan Sungai Bahilang meluap dan merendam lima kelurahan di dua kecamatan dengan ketinggian air 10–70 cm.
Sebanyak 187 kepala keluarga (KK) atau 728 jiwa terdampak, dengan satu fasilitas kesehatan dan satu fasilitas umum ikut terendam.
BPBD Bergerak Cepat Penanganan Darurat.
Di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, banjir melanda akibat meluapnya Sungai Noling. Tiga desa dan dua kelurahan di Kecamatan Ponrang tergenang air setinggi 30–50 cm. Sebanyak 600 KK terdampak, dengan dua KK atau tujuh jiwa mengungsi.
BPBD Luwu telah mengevakuasi warga serta siswa dari lima fasilitas pendidikan dan mendirikan pos pengungsian.
Sementara itu, di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, banjir terjadi pada Kamis sore (10/4) sekitar pukul 17.40 WIB di Desa Puspasari, Kecamatan Citeureup. Sebanyak 87 KK atau 327 jiwa terdampak. Berkat respons cepat BPBD, genangan air berhasil surut dalam waktu singkat.
Cuaca Ekstrem dan Kekeringan Jadi Ancaman Tambahan
Cuaca ekstrem melanda Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Kamis siang (10/4). Hujan deras disertai angin kencang selama lebih dari satu jam merusak puluhan rumah. Sebanyak 40 KK terdampak, tiga di antaranya mengungsi. Total kerusakan meliputi 37 rumah rusak ringan, satu rusak sedang, dan dua rusak berat. Kantor pemerintahan pun ikut terdampak. BPBD Cilacap langsung melakukan pembersihan puing dan pohon tumbang.
Di sisi lain, kekeringan mulai mengintai wilayah Subang , Jawa Barat. Di Desa Legonwetan, Kecamatan Legonkulon, sebanyak 80 KK atau 299 jiwa kesulitan mendapatkan air bersih akibat musim kering yang mulai dirasakan. BPBD Subang telah menyalurkan 5.000 liter air bersih dan terus melakukan pemantauan serta asesmen lanjutan.
Gempa Guncang Bogor, Warga Sempat Panik
Pada Kamis malam (11/4), gempa bumi dengan magnitudo 4,1 mengguncang Kota Bogor, Jawa Barat. Gempa terjadi pukul 22.16 WIB dengan pusat di darat pada kedalaman 5 km. Akibatnya, 14 rumah mengalami kerusakan ringan. Meski tidak ada korban jiwa, getaran yang berlangsung 2–3 detik membuat warga panik dan berlarian keluar rumah.
Koordinat gempa tercatat di 6.62 LS dan 106.80 BT. BPBD Kota Bogor saat ini masih memantau situasi, meskipun kondisi warga telah dilaporkan kondusif dan kembali ke rumah masing-masing.
Imbauan Kesiapsiagaan Hadapi Cuaca Tak Menentu
Rentetan bencana ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi dampak perubahan iklim dan cuaca ekstrem. Pemerintah daerah melalui BPBD terus melakukan berbagai upaya, mulai dari evakuasi, distribusi bantuan, hingga pemulihan fasilitas umum.
Masyarakat juga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi banjir, angin kencang, dan gempa susulan. Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, dampak bencana diharapkan dapat diminimalkan dan proses pemulihan berjalan lebih cepat.