Ekspansi masif program Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai penjuru nusantara membawa dampak ikutan (multiplier effect) yang positif bagi sektor otomotif. Kebutuhan kendaraan operasional penunjang distribusi program pemerintah tersebut terbukti mendongkrak lonjakan permintaan pada lini kendaraan komersial andalan Daihatsu, yakni Gran Max Series.
PT Astra Daihatsu Motor (ADM) mengungkapkan bahwa kebutuhan armada untuk mendukung kelancaran program MBG kini menyumbang sekitar 20% dari total permintaan Gran Max di sejumlah wilayah operasional.
Head Domestic Marketing & Corporate Communication Division PT Astra Daihatsu Motor, Budi Mahendra, membeberkan bahwa keluarga Gran Max saat ini kokoh berdiri sebagai kontributor terbesar penjualan Daihatsu di wilayah kerjanya dengan porsi mencapai 46%, mengungguli segmen mobil ramah lingkungan murah (LCGC) yang berada di peringkat kedua.
“Terkait program MBG, kontribusinya saat ini menyumbang kurang lebih 20% terhadap penjualan Gran Max di wilayah kami,” ujar Budi, Sabtu (31/10/2026).
Didorong Logistik E-Commerce dan Variasi Kebutuhan Daerah
Kendati program MBG menjadi katalisator baru yang potensial, pertumbuhan pasar kendaraan niaga Daihatsu tidak berdiri sendiri. Peningkatan pesat sektor perdagangan elektronik (e-commerce) serta industri logistik rantai pasok turut menjadi motor penggerak utama permintaan mobil bak terbuka (pickup) dan van ini.
Budi menjelaskan, tipe kendaraan Gran Max yang diserap di lapangan sangat bervariasi, disesuaikan secara spesifik dengan kontur medan dan kebutuhan operasional pengguna di masing-masing daerah. Permintaan tersebut mencakup seluruh lini keluarga Gran Max, mulai dari varian Luxio hingga unit dengan sistem penggerak empat roda (4×4).
Bagi kalangan korporasi dan perusahaan logistik skala besar (fleet user), varian blind van menjadi komoditas yang paling banyak diburu.
Besaran serapan unit untuk program MBG pun bervariasi secara regional. Distribusi di Pulau Jawa dan luar Jawa menunjukkan dinamika yang berbeda, bergantung pada konsentrasi titik layanan dapur MBG di setiap provinsi.
Meski memiliki andil signifikan, Daihatsu tidak memisahkan pencatatan penjualan khusus berlabel “Program MBG” ke dalam kategori tersendiri. Seluruh transaksi penyerapan tersebut tetap terintegrasi dalam total volume penjualan kendaraan niaga di tiap provinsi, yang bergerak fleksibel mengikuti kuota kebutuhan operasional dan titik distribusi di lapangan.