Pembalap Ferrari, Lewis Hamilton, mengaku hanya bisa “berdoa agar segalanya baik-baik saja” setelah mobil SF-26 miliknya mendadak mogok akibat kendala teknis pada sesi latihan bebas kedua (FP2) GP Meksiko, Sabtu (31/10/2026).
Juara dunia tujuh kali itu terlempar ke posisi ke-11 dalam daftar waktu FP2. Mesin mobil Ferrari yang dikendarainya mendadak mati di tengah lintasan Autodromo Hermanos Rodriguez sebelum ia sempat menyelesaikan simulasi kualifikasi dengan ban kompon soft.
Insiden ini membuat Hamilton kehilangan lebih dari separuh durasi sesi FP2. Akibatnya, ia gagal mengumpulkan data krusial untuk simulasi long run (jarak jauh), yang menjadi pukulan telak bagi persiapannya menjelang sesi utama.
Nasib Hamilton berbanding terbalik dengan rekan setimnya, Charles Leclerc, yang tampil dominan dengan menguasai FP1 maupun FP2. Dominasi Leclerc membuktikan potensi besar Ferrari pekan ini, namun Hamilton justru diselimuti ketidakpastian terkait kondisi jet daratnya.
“Perasaan saya di dalam mobil sebenarnya sangat bagus. Kami melakukan pekerjaan luar biasa untuk mendapatkan setelan yang jauh lebih baik, tetapi kejadian ini benar-benar tidak beruntung,” ungkap Hamilton penuh penyesalan.
“Tim kami sangat kompetitif pekan ini, tetapi saya tidak sempat melakukan long run. Padahal saya tahu persis betapa sulitnya melakukan manuver mendahului di sirkuit ini. Saat ini tim masih menyelidiki penyebab kerusakan, dan saya hanya bisa berdoa semoga semuanya baik-baik saja.”
Peluang Terpangkas Akibat Eksperimen dan Masalah Daya
Kekecewaan pembalap berusia 41 tahun tersebut kian bertumpuk karena pada awal sesi FP1, ia sempat menghabiskan waktu untuk melakukan pengujian eksperimental (rake running) pada sistem aerodinamika Ferrari.
Sebagian besar tim F1 memilih menyerahkan mobil kepada pembalap rookie di FP1 sirkuit ini, tetapi Hamilton memilih untuk mengambil jadwal tes tersebut sendiri.
“Secara praktis saya hanya memiliki satu sesi penuh, karena di sesi kedua saya kehilangan setidaknya separuh waktu. Meski begitu, saya pikir tidak perlu banyak mengubah setelan mobil karena kecepatan kami sebenarnya sangat baik. Bahkan saat mengalami penurunan daya (loss of power) di awal lap, saya masih bisa mencatatkan waktu yang cepat,” tambahnya optimistis.
Bantahan Soal Status Favorit Ferrari
Di sisi lain, Hamilton menepis klaim dari pembalap Mercedes, George Russell, yang menyebut Ferrari menjadi favorit utama di Meksiko berkat keunggulan turbocharge berukuran lebih kecil di lintasan dataran tinggi.
“Saya tidak terlalu setuju dengan teori turbo tersebut. Jika Anda melihat kecepatan top speed Mercedes dan Red Bull di trek lurus, mereka tetap sangat kencang seperti biasanya. Jadi turbo tidak membuat perbedaan besar. Kami masih kalah sekitar dua hingga tiga persepuluh detik di trek lurus, meskipun perilaku mobil secara keseluruhan terasa sangat seimbang,” pungkas Hamilton.