Keputusan pahit harus diambil oleh pembalap bintang Aprilia sekaligus salah satu kandidat kuat juara dunia MotoGP 2026, Jorge Martin. Pembalap asal Spanyol itu terpaksa mengibarkan bendera putih dan mundur dari gelaran GP Malaysia usai sesi latihan bebas Sabtu pagi (31/10/2026), di mana ia hanya mampu melahap tiga lap dan terdampar di urutan paling buncit.
Martin menegaskan bahwa tingkat risiko kecelakaan fatal yang ia hadapi di lintasan jauh lebih besar ketimbang kecepatan yang bisa ia hasilkan dalam kondisi cedera tangan tersebut.
“Kemarin saja rasanya sudah sangat berat, tetapi setidaknya saya tahu kalau dipaksakan, saya masih bisa kencang. Masalah hari ini adalah risiko yang saya ambil terlalu besar dan tidak sebanding dengan performa di trek. Sederhananya, saya tidak cukup kencang untuk menanggung risiko sebesar itu,” tutur Martin secara terbuka kepada TNT Sports.
Celah di Tangan dan Risiko Konyol di Sepang
Martin menjelaskan bahwa minimnya kekuatan pada tangannya membuat kontrol terhadap motor menjadi sangat terbatas. Kondisi ini membuat keberadaannya di atas lintasan bukan lagi sekadar menahan rasa sakit, melainkan perjudian nyawa yang berbahaya.
“Jika saya masih bisa bersaing ketat dekat dengan rombongan depan, mungkin saya akan ambil risiko menahan sakit atau potensi jatuh. Tetapi saya sadar tangan saya tidak punya daya tekan dan kontrol yang cukup. Keputusan terbaik adalah berhenti. Risiko jatuh fatal terlalu besar,” tambahnya.
Usai mundur dari Sepang, Martin kini fokus penuh menjalani terapi pemulihan intensif demi bisa kembali menunggangi motornya pada seri berikutnya di Sirkuit Lusail, Qatar.
Ikhlas Marquez Sapu Bersih Poin dan Ikrar Pantang Menyerah
Mundurnya Martin dari Sepang praktis memberi jalan tol bagi pemuncak klasemen sementara, Marc Marquez, untuk mengemas poin maksimal (37 poin dari Sprint dan Main Race). Situasi ini berpotensi melebarkan jarak keunggulan Marquez hingga 47 poin jelang seri Qatar.
Kendati demikian, Martin menegaskan tidak peduli dengan berapa banyak poin yang diraih rivalnya di Malaysia. Fokus utamanya adalah membuktikan semangat juang kepada tim dan para pendukungnya.
“Tim dokter menyarankan saya untuk kembali mencoba di Qatar, jadi saya pasti akan mencobanya. Soal berapa poin yang didapat Marc di sini, saya menganggap dia akan menyapu bersih 37 poin, dan saya tidak terlalu pusing soal itu,” tegas Martin.
“Ini bukan lagi sekadar soal perburuan gelar, tetapi tentang berjuang sampai titik darah penghabisan untuk tim dan orang-orang terdekat saya. Kadang di kehidupan ini, walau kita sudah berusaha keras, hasilnya tidak sesuai harapan. Saya siap menerima itu, tetapi saya ingin menunjukkan bahwa saya akan terus melawan sampai akhir,” pungkasnya.
Absennya Martin di Sepang juga membuat posisi runner-up klasemen miliknya kini terancam oleh rekan satu timnya di Aprilia, Marco Bezzecchi, yang terus memangkas jarak poin dengan empat seri tersisa.