JATIM – Arema FC menghadapi ujian penting saat menjamu Bali United pada pekan kedelapan Super League 2026-2027 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (31/10/2026) pukul 15.30 WIB. Singo Edan bertekad melanjutkan momentum kebangkitan setelah menghancurkan Dewa United dengan skor 4-0 pada pertandingan sebelumnya.
Namun, Bali United bukan lawan yang mudah ditaklukkan. Serdadu Tridatu datang dengan catatan sebagai tim paling produktif sementara musim ini. Dari tujuh pertandingan, mereka sudah mengoleksi 20 gol dan kini bertengger di posisi ketiga klasemen dengan 13 poin.
Pertandingan ini sekaligus menjadi kesempatan bagi Arema FC untuk membuktikan bahwa kemenangan atas Dewa United bukan sekadar hasil sesaat. Konsistensi permainan Singo Edan akan mendapat ujian dari kekuatan lini serang Bali United.
Pelatih Arema FC, Andre Caldas, mengaku persiapan timnya kali ini berjalan lebih baik. Ia memiliki waktu empat hari untuk mematangkan strategi sebelum menghadapi Bali United. Jauh lebih panjang dibandingkan persiapannya menjelang debut bersama Arema FC, ketika hanya memiliki waktu sekitar satu setengah hari sebelum membawa tim menang telak 4-0 atas Dewa United.
“Kami akan menghadapi tiga pertandingan berturut-turut melawan Bali, lalu di ajang League Cup dan kemudian melawan Madura. Secara keseluruhan, persiapannya sangat baik,” ujar Caldas.
Meski demikian, Arema FC masih harus beradaptasi dengan pendekatan permainan yang diterapkan pelatih asal Brasil tersebut. Padatnya jadwal kompetisi juga menjadi tantangan tersendiri untuk menjaga kebugaran dan konsistensi para pemain.
Ketajaman Bali United Jadi Ancaman
Bali United memiliki modal kuat untuk merepotkan tuan rumah. Koleksi 20 gol dari tujuh pertandingan menjadikan Serdadu Tridatu sebagai tim paling subur sementara di Super League 2026-2027.
Tim asuhan Johnny Jansen itu mencatatkan empat kemenangan, satu hasil imbang, dan dua kekalahan. Namun, ada catatan yang belum mampu diperbaiki Bali United, yakni performa saat bermain di kandang lawan.
Dari tiga pertandingan tandang sebelumnya, Bali United belum berhasil meraih kemenangan. Mereka mencatatkan dua kekalahan dan satu hasil imbang.
Situasi tersebut tentu menjadi peluang bagi Arema FC untuk memaksimalkan keuntungan bermain di hadapan pendukung sendiri. Terlebih, Singo Edan tengah berusaha membangun kembali kepercayaan diri setelah melewati periode hasil yang kurang memuaskan.
Caldas sendiri tidak menutup mata terhadap kualitas pemain Bali United. Ia menyoroti sejumlah nama yang berpotensi menjadi ancaman, seperti Arjuna Mahendra, Irfan Jaya, hingga penyerang asing Marko Dugandzic.
Kendati demikian, ia meminta anak asuhnya tidak terlalu terpaku pada kekuatan lawan. Menurutnya, Arema FC harus lebih percaya pada kemampuan sendiri dan memaksimalkan kualitas pemain yang dimiliki.
“Jika terlalu memikirkan lawan, kita justru lupa kekuatan sendiri,” tegasnya.
Arema FC juga memiliki sejumlah pemain yang diharapkan mampu memberikan perbedaan, di antaranya Samuel Otusanya, Mauro Zijlstra, Careca, Marcos Vinicius, dan Gabi.
Caldas Minta Singo Edan Berjuang di Setiap Perebutan Bola
Menghadapi lini serang Bali United yang produktif, Arema FC dituntut tampil disiplin sepanjang pertandingan. Caldas ingin para pemainnya tidak memberikan kesempatan mudah kepada lawan untuk mengembangkan serangan.
Ia bahkan meminta anak asuhnya memperlihatkan semangat tinggi dalam setiap perebutan bola. Baginya, kerja keras dan keberanian menjadi bagian penting untuk meredam permainan Bali United.
“Jika mereka ingin mencetak gol, mereka harus bekerja keras karena kami akan membuat pertandingan berjalan sulit. Kami ingin bermain seperti sedang berperang, di mana setiap bola diperjuangkan dengan semangat tinggi,” ucapnya.
Selain persoalan taktik, kebugaran pemain juga berpotensi menentukan jalannya pertandingan. Arema FC harus mampu menjaga intensitas permainan, terutama jika pertandingan berlangsung ketat hingga babak kedua.
Persoalan serupa turut dihadapi Bali United. Padatnya jadwal dan perjalanan tandang membuat waktu persiapan Johnny Jansen bersama skuadnya menjadi terbatas.
Pelatih asal Belanda itu mengakui timnya menjalani periode yang tidak mudah setelah menghadapi Java United, Garudayaksa, dan Persita Tangerang. Rangkaian pertandingan tersebut membuat pemain harus membagi tenaga antara perjalanan, pemulihan, dan latihan.
“Kami mengalami periode yang tidak mudah di mana persiapan yang kami lakukan singkat. Kami harus melakoni perjalanan, kemudian memiliki waktu istirahat dan latihan yang sangat minim,” tutur Jansen.
Meski begitu, Jansen memastikan keterbatasan waktu persiapan tidak akan dijadikan alasan. Ia meminta para pemain tetap menjaga konsentrasi dan menjalankan instruksi taktik selama pertandingan.
Bagi Arema FC, laga ini menjadi kesempatan untuk membuktikan konsistensi setelah kemenangan besar atas Dewa United. Sementara Bali United datang dengan ambisi memperbaiki catatan tandang sekaligus mempertahankan posisi di papan atas klasemen.
Duel di Kanjuruhan pun menjadi ujian bagi kedua tim. Arema FC ingin melanjutkan kebangkitan, sedangkan Bali United berusaha menunjukkan bahwa ketajaman lini serangnya juga bisa menghasilkan kemenangan di kandang lawan.