JAKARTA – Situasi tak mengenakkan tengah dialami Shayne Pattynama bersama Persija Jakarta. Bek Timnas Indonesia itu mengaku frustrasi karena belum juga mendapat kesempatan bermain, meski merasa kondisinya sudah bugar sepenuhnya dan siap memperkuat Macan Kemayoran.
Hingga pekan ketujuh Super League 2026/2027, Shayne belum sekalipun mencatatkan penampilan bersama Persija. Bahkan, pemain berusia 28 tahun itu belum masuk dalam daftar susunan pemain (DSP) di pertandingan resmi tim ibu kota tersebut.
Kondisi ini tentu jauh dari harapan Shayne. Didatangkan untuk memperkuat lini pertahanan Persija, mantan pemain KAS Eupen itu justru belum mendapat kesempatan menunjukkan kemampuannya di lapangan.
Padahal, ia menegaskan tidak sedang mengalami masalah kebugaran. Shayne mengklaim sudah berada dalam kondisi terbaik dan siap dimainkan kapan pun pelatih membutuhkan tenaganya.
“Satu hal yang bisa saya katakan, saya 100 persen fit dan 100 persen siap bermain untuk Persija. Saya ingin berjuang untuk klub ini,” ujar Shayne dalam wawancara eksklusif bersama kanal YouTube Seasiagoal, yang disiarkan ulang melalui akun Instagram @seasiagoal pada Kamis (29/10/2026).
Pernyataan tersebut sekaligus memperlihatkan besarnya keinginan Shayne untuk segera mendapat kesempatan membela Persija. Sebab, hingga kompetisi berjalan tujuh pekan, ia masih belum merasakan atmosfer pertandingan bersama tim berjuluk Macan Kemayoran itu.
Bagi Shayne, datang ke Persija bukan sekadar untuk menjadi bagian dari skuad. Ia ingin memberikan kontribusi nyata dan membantu tim meraih hasil terbaik di setiap pertandingan.
“Saya tidak datang ke sini hanya untuk tidak membantu tim sama sekali,” ucapnya.
Tidak kunjung mendapat kesempatan bermain membuat situasi tersebut semakin sulit diterima. Shayne mengaku kecewa karena belum bisa memperlihatkan kualitasnya kepada suporter Persija maupun membantu rekan-rekannya berjuang di lapangan.
“Bagi saya, situasi ini sangat membuat frustrasi karena saya tidak bisa memperlihatkan kualitas saya kepada para penggemar dan membantu rekan setim saat ini,” katanya.
Kekecewaan Shayne semakin terasa karena ia mengaku belum mendapatkan kejelasan mengenai alasan dirinya belum masuk dalam rencana pertandingan Persija. Meski demikian, ia tidak mengungkapkan secara terperinci komunikasi yang sudah dilakukan dengan jajaran pelatih terkait situasi tersebut.
Di tengah kondisi yang belum menentu, Shayne memilih tidak memperkeruh suasana. Ia menegaskan tidak ingin melontarkan pernyataan negatif terhadap klub, terlebih Persija sedang menunjukkan performa positif di kompetisi.
Alih-alih mempersoalkan keberhasilannya menembus tim utama, Shayne justru memberikan apresiasi kepada rekan-rekannya yang sudah mendapatkan kepercayaan bermain dan mampu membawa Persija meraih kemenangan.
“Saya tidak ingin bicara negatif atau mengatakan hal buruk, karena Persija sedang tampil bagus. Saya ikut senang untuk rekan-rekan yang bermain baik dan meraih kemenangan, sebab Persija sekarang ada di puncak klasemen. Ini salah satu klub terbesar di Indonesia,” pungkasnya.
Untuk sementara, Shayne harus bersabar menunggu kesempatan membuktikan kemampuannya bersama Persija. Di tengah ambisinya membantu Macan Kemayoran, pemain yang juga menjadi bagian dari Timnas Indonesia itu masih dihadapkan pada satu persoalan: sudah siap bertanding, tetapi belum juga mendapat menit bermain.