MILAN,ITALIA – AC Milan sukses mempermalukan rival sekotanya, Inter Milan, dengan kemenangan 3-1 dalam Derby della Madonnina pada pekan ke-10 Serie A 2026/2027 di Stadion San Siro, Sabtu (31/10/2026). Hasil ini bukan sekadar kemenangan dalam perebutan gengsi sekota, tetapi juga mengakhiri rekor tak terkalahkan Inter sejak awal musim.
Diego Moreira menjadi sosok penting di balik kemenangan Rossoneri. Winger asal Portugal itu tampil gemilang dengan menyumbangkan dua asis dan satu gol untuk membawa Milan menaklukkan Nerazzurri dalam duel panas tersebut.
Kekalahan ini sekaligus menjadi pukulan bagi Inter yang sebelumnya tampil konsisten di Serie A. Nerazzurri gagal mempertahankan catatan impresif mereka dan harus kehilangan posisi puncak klasemen sementara.
Bermain di hadapan pendukung sendiri, Milan langsung memperlihatkan ambisi untuk menguasai derby. Tim asuhan Ruben Amorim tidak membutuhkan waktu lama untuk membongkar pertahanan Inter.
Pertandingan baru berjalan empat menit ketika Christian Pulisic membawa Milan unggul 1-0. Gol tersebut lahir melalui sundulan setelah menerima umpan silang akurat dari Moreira.
Inter belum sempat menemukan ritme permainan ketika Milan kembali menghukum pertahanan mereka. Pada menit ke-10, Adrien Rabiot menggandakan keunggulan Rossoneri menjadi 2-0 melalui tembakan first-time setelah memanfaatkan situasi sepak pojok pendek yang dikreasikan Moreira.
Dua gol cepat tersebut membuat Inter berada dalam tekanan. Namun, rival sekota Milan itu tidak tinggal diam dan berusaha bangkit untuk menjaga peluang dalam pertandingan.
Usaha Nerazzurri membuahkan hasil pada menit ke-22. Alessandro Bastoni memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1 melalui sundulan yang memanfaatkan umpan udara Manuel Akanji.
Gol tersebut membuat pertandingan kembali berlangsung terbuka. Inter berusaha meningkatkan tekanan, tetapi Milan justru kembali mendapatkan momentum menjelang akhir babak pertama.
Moreira menjadi mimpi buruk bagi pertahanan Nerazzurri. Pada menit ke-43, pemain Portugal itu mencetak gol melalui tendangan bebas langsung dari jarak sekitar 30 meter.
Tendangannya meluncur deras dan gagal dijangkau kiper Inter, Josep Martinez. Gol tersebut sekaligus membawa Milan menutup babak pertama dengan keunggulan 3-1.
Memasuki babak kedua, Inter mencoba mengambil alih kendali permainan. Nerazzurri meningkatkan intensitas serangan untuk mengejar defisit dua gol sekaligus menghindari kekalahan pertama mereka musim ini.
Dominasi penguasaan bola pun menjadi milik Inter. Mereka mencatatkan 57 persen penguasaan bola dan mampu melepaskan delapan tembakan tepat sasaran sepanjang pertandingan.
Namun, upaya tersebut berkali-kali kandas di tangan Mike Maignan. Penjaga gawang Milan itu tampil impresif dengan melakukan sejumlah penyelamatan penting untuk menjaga keunggulan timnya.
Ketegangan semakin meningkat pada menit ke-75. Inter sempat mendapatkan peluang melalui hadiah penalti setelah wasit menunjuk titik putih.
Akan tetapi, keputusan tersebut berubah setelah wasit meninjau tayangan Video Assistant Referee (VAR). Penalti untuk Inter akhirnya dibatalkan sehingga peluang Nerazzurri untuk memperkecil ketertinggalan kembali pupus.
Hingga pertandingan berakhir, Milan mampu mempertahankan keunggulan 3-1. Rossoneri pun keluar sebagai pemenang dalam pertarungan dua klub yang sama-sama membawa nama besar kota Milan tersebut.
Secara statistik, Inter sebenarnya lebih unggul dalam sejumlah aspek permainan. Nerazzurri mencatatkan nilai expected goals (xG) sebesar 1,78, jauh di atas Milan yang hanya membukukan 0,66.
Inter juga memperoleh 11 tendangan sudut dan delapan tembakan tepat sasaran. Sementara itu, Milan hanya mencatatkan empat tembakan tepat sasaran, tetapi tiga di antaranya berhasil dikonversi menjadi gol.
Perbedaan efektivitas tersebut menjadi salah satu gambaran bagaimana Milan mampu memaksimalkan peluang di tengah tekanan Inter. Ditambah penampilan gemilang Maignan yang mencatatkan tujuh penyelamatan, Rossoneri berhasil menjaga keunggulan hingga laga usai.
Hasil derby ini turut mengubah persaingan di papan atas klasemen Serie A. Inter kini menempati peringkat kedua dengan koleksi 25 poin dari 10 pertandingan, setelah sebelumnya belum tersentuh kekalahan.
Nerazzurri memiliki poin yang sama dengan Lazio yang masih memimpin klasemen dengan 25 poin dari sembilan pertandingan. Lazio unggul dalam selisih gol, yakni +15, sedangkan Inter mencatatkan +13.
Di sisi lain, kemenangan atas rival sekota membuat Milan semakin dekat dengan persaingan tiga besar. Rossoneri naik ke posisi keempat dengan 21 poin hasil enam kemenangan, tiga imbang, dan satu kekalahan.
Milan kini hanya terpaut tiga poin dari AS Roma yang berada di posisi ketiga dengan 24 poin. Mereka juga unggul satu angka atas Como 1907 yang menempati peringkat kelima.
Kemenangan ini menjadi modal penting bagi Milan dalam persaingan menuju gelar Serie A. Lebih dari itu, keberhasilan menumbangkan Inter sekaligus memberikan pukulan terhadap kepercayaan diri rival sekota yang sebelumnya belum terkalahkan.
Bagi Rossoneri, kemenangan 3-1 di San Siro menjadi bukti bahwa persaingan Derby della Madonnina tetap memiliki cerita tersendiri. Kali ini, Milan bukan hanya merebut gengsi kota, tetapi juga menjadi tim pertama yang menghentikan laju tak terkalahkan Inter musim ini.