Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggebrak kawasan Semarang, Jawa Tengah. Tim penyidik melakukan penggeledahan maraton di dua lokasi strategis sekaligus, yakni Kantor Pelayanan Bea Cukai Semarang dan Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Jawa Tengah pada Jumat (30/10/2026).
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi bahwa operasi penggeledahan tersebut berlangsung ketat dari pagi hingga menjelang sore hari.
“Hari ini tim penyidik melanjutkan rangkaian kegiatan penggeledahan di wilayah Semarang,” tegas Budi saat dikonfirmasi, Jumat (30/10/2026).
Sita Uang Tunai dan Barang Bukti Elektronik
Dalam penyisiran di dua kantor otoritas kepabeanan tersebut, tim KPK berhasil menyita sejumlah barang bukti krusial yang diduga kuat berkaitan langsung dengan dugaan praktik rasuah yang merugikan keuangan negara di sektor cukai.
Selain menyita tumpukan dokumen transaksi dan beberapa unit barang bukti elektronik (BBE), penyidik juga menemukan uang tunai dalam jumlah signifikan dari lokasi penggeledahan.
“Penggeledahan ini diduga kuat berkenaan dengan perkara tindak pidana korupsi yang menimbulkan kerugian keuangan negara pada sektor cukai. Kami juga mengamankan sejumlah uang tunai, yang saat ini nominal pastinya masih dalam proses penghitungan oleh tim,” terang Budi.
Analisis Lanjutan demi Perkuat Konstruksi Perkara
Seluruh barang bukti yang berhasil diangkut dari Kanwil maupun Kantor Pelayanan Bea Cukai Semarang kini diamankan untuk menjalani proses penyitaan formal, verifikasi, serta analisis mendalam oleh tim ahli KPK.
Langkah ini diambil untuk memperkuat konstruksi hukum dan menyempurnakan alat bukti guna membongkar secara tuntas jaringan penyimpangan dalam pengelolaan penerimaan cukai negara tersebut.
“Seluruh barang bukti yang ditemukan akan kami analisis lebih lanjut untuk memperkuat pembuktian yang dibutuhkan penyidik dalam mengungkap perkara ini secara terang benderang,” pungkas Budi.