BANDUNG – Dedi Kusnandar masih menjadi salah satu pemain penting di lini tengah Persib Bandung pada kompetisi musim 2026-2027. Meski telah menginjak usia 35 tahun, gelandang yang akrab disapa Dado itu tetap mendapat kepercayaan untuk memperkuat Maung Bandung di Super League maupun AFC Champions League 2 (ACL 2).
Pengalaman dan kemampuannya bermain di beberapa posisi membuat Dedi memiliki peran tersendiri dalam skema permainan Persib. Tidak hanya bertugas sebagai gelandang bertahan, pemain asal Sumedang tersebut juga mampu mengisi posisi gelandang tengah hingga gelandang serang.
Sebagai gelandang bertahan, Dedi memiliki tanggung jawab menjaga keseimbangan permainan, memutus aliran serangan lawan, serta membantu melindungi lini pertahanan. Kemampuannya menjalankan sejumlah peran di lini tengah memberikan pilihan tambahan bagi tim pelatih dalam mengatur komposisi pemain.
Kepercayaan tersebut terlihat dari keterlibatannya dalam dua pertandingan terakhir Persib. Pada 25 Oktober 2026, Dedi dipercaya tampil sebagai starter sekaligus mengenakan ban kapten ketika Persib menghadapi Garudayaksa FC dalam lanjutan pekan ketujuh Super League 2026-2027.
Dalam pertandingan tersebut, Maung Bandung berhasil mengamankan kemenangan dengan skor 2-1. Dedi mendapat kesempatan bermain pada babak pertama sebelum digantikan pada paruh kedua.
Tiga hari berselang, Dedi kembali mendapatkan kesempatan tampil ketika Persib menjamu Melbourne Victory pada pertandingan ACL 2, 28 Oktober 2026. Kali ini, ia masuk sebagai pemain pengganti pada babak kedua dalam laga yang berakhir dengan kemenangan Persib 2-0.
Dua penampilan tersebut memperlihatkan bahwa Dedi masih masuk dalam pilihan pelatih untuk mengisi kebutuhan lini tengah, baik sejak awal pertandingan maupun sebagai pemain pengganti.
Kehadiran Dedi juga tidak terlepas dari perjalanan panjangnya bersama Persib. Ia mengawali pendidikan sepak bola di akademi Maung Bandung pada 2005 hingga 2008 sebelum melanjutkan pembinaan di akademi Pelita Jaya.
Karier profesionalnya kemudian berkembang bersama sejumlah klub Indonesia, di antaranya Pelita Bandung Raya, Arema Cronus, dan Persebaya DU. Dedi juga sempat merasakan pengalaman bermain di luar negeri bersama klub Malaysia, Sabah FA, pada awal 2016.
Setelah sempat memperkuat klub lain, Dedi kembali ke Persib pada akhir Desember 2016. Sejak saat itu, ia kembali menjadi bagian dari perjalanan klub kebanggaan masyarakat Jawa Barat tersebut.
Komitmennya bersama Persib berlanjut melalui perpanjangan kontrak yang ditandatangani pada 11 Januari 2025. Meski sempat menjalani masa peminjaman bersama Bhayangkara FC pada paruh pertama musim 2025-2026, Dedi kembali memperkuat Persib sejak akhir Januari 2026.
Dengan pengalaman panjang di kompetisi sepak bola nasional, Dedi kini menjadi salah satu pemain senior yang dapat diandalkan Persib. Selain kontribusi di lapangan, pengalamannya juga menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan skuad.
Persib masih membutuhkan kedalaman skuad untuk menghadapi jadwal pertandingan di dua kompetisi berbeda. Dalam situasi tersebut, fleksibilitas posisi dan pengalaman Dedi menjadi salah satu opsi yang dapat dimanfaatkan tim pelatih sepanjang musim 2026-2027.