JAKARTA – Polda Metro Jaya mengerahkan ratusan personel gabungan bersenjata lengkap untuk menggerebek kawasan Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (1/11/2026) pagi. Operasi tersebut diduga menyasar aktivitas peredaran narkotika di kawasan yang selama ini dikenal rawan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.
Pengerahan personel dalam jumlah besar itu terlihat sejak pagi. Berdasarkan pantauan di lapangan, ratusan anggota kepolisian berkumpul di sekitar Stasiun Tanjung Priok sebelum bergerak menuju lokasi operasi.
Mobilisasi aparat dilakukan menggunakan Kereta Rel Listrik (KRL) yang telah disiapkan untuk mengangkut personel menuju kawasan sasaran. Pergerakan tersebut menarik perhatian warga karena melibatkan kekuatan kepolisian dalam jumlah besar dengan perlengkapan taktis.
Rekaman mobilisasi aparat itu kemudian beredar di media sosial. Salah satunya diunggah akun Instagram @jakut_update yang memperlihatkan sejumlah anggota kepolisian berseragam berkumpul di area stasiun.
Dalam unggahan tersebut, warga menduga pengerahan pasukan berkaitan dengan operasi pemberantasan narkoba di Kampung Bahari.
“Warga menduga mobilisasi polisi tersebut terkait dengan penggerebekan narkoba di wilayah Kampung Bahari,” demikian keterangan dalam unggahan tersebut.
Meski informasi mengenai operasi itu telah beredar luas, Polda Metro Jaya belum menyampaikan keterangan resmi secara terperinci hingga berita ini ditulis.
Belum diketahui secara pasti jumlah personel yang diterjunkan, sasaran spesifik penggerebekan, maupun hasil penindakan yang dilakukan petugas. Termasuk kemungkinan adanya tersangka yang diamankan serta barang bukti narkotika dari lokasi operasi.
Kapolri Instruksikan Pemetaan Kampung Narkoba
Penggerebekan di Kampung Bahari ini berlangsung di tengah instruksi Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto kepada seluruh jajaran kepolisian untuk meningkatkan pemberantasan peredaran narkotika.
Sebelumnya, Suyudi meminta seluruh kepala kepolisian daerah (Kapolda) memetakan kawasan yang terindikasi menjadi pusat peredaran narkoba, termasuk mengidentifikasi bandar yang menjalankan aktivitasnya di wilayah masing-masing.
Instruksi tersebut disampaikan Suyudi saat berada di Gedung Kementerian Hukum pada Kamis (15/10/2026).
“Saya telah menginstruksikan seluruh Kapolda untuk melakukan pemetaan terhadap kampung-kampung narkoba di wilayahnya, begitu pula terhadap bandar-bandar yang selama ini beroperasi di masing-masing daerah,” kata Suyudi.
Dia juga menyebut sejumlah pimpinan kepolisian daerah telah mulai melakukan penindakan di kawasan yang teridentifikasi sebagai titik peredaran narkotika.
Pemetaan tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian untuk mengidentifikasi wilayah rawan sekaligus menindak jaringan peredaran narkoba hingga ke tingkat bandar.
Kampung Bahari sendiri kembali menjadi perhatian setelah ratusan personel kepolisian dikerahkan dalam operasi pada Minggu pagi.
Hasil lengkap penggerebekan tersebut masih menunggu keterangan resmi Polda Metro Jaya, termasuk penjelasan mengenai sasaran operasi, pihak yang diamankan, serta barang bukti yang ditemukan petugas.