Hukuman langka dijatuhkan oleh pengawas balapan (FIA) kepada Max Verstappen dan Liam Lawson. Kedua pembalap tersebut resmi diganjar penalti turun satu posisi grid akibat insiden tabrakan yang dinilai “tidak dapat diterima” (unacceptable) saat sesi latihan bebas kedua (FP2) GP Meksiko di Sirkuit Autodromo Hermanos Rodriguez, Sabtu (31/10/2026).
Insiden panas itu meletus di fase awal FP2 ketika Verstappen mencoba melakukan manuver mendahului terhadap Lawson saat melewati area ikonik Stadium Section.
Lawson sempat mempertahankan posisinya di Tikungan 12, namun duel ketat berlanjut berdampingan melalui tikungan-tikungan berikutnya. Petaka terjadi di Tikungan 14 saat Verstappen kembali masuk ke jalur lintasan (rejoin) hingga kedua mobil bersenggolan keras. Tabrakan ini merusak komponen kedua mobil dan meninggalkan serpihan karbon berserakan di trek, yang memaksa pengawas lomba mengibarkan bendera merah (red flag) sesaat untuk pembersihan.
Usai sesi, Verstappen meluapkan kekesalannya dan menyebut aksi Lawson sebagai “perilaku yang tidak begitu pintar”. Kendati demikian, para steward memiliki pandangan lebih tegas terhadap kedua belah pihak.
Sanksi Tegas: Hukuman Langka di Sesi Latihan Bebas
Pemberian penalti grid untuk insiden yang terjadi saat sesi latihan bebas merupakan kejadian yang sangat langka dalam regulasi F1. Namun, para steward memutuskan untuk mengambil tindakan tegas menyusul peringatan keras yang telah dikeluarkan sebelumnya dalam meeting manajer tim pada hari Jumat.
Selain penalti grid untuk balapan hari Minggu, Verstappen dan Lawson sama-sama diganjar tambahan satu poin penalti pada superlicence mereka.
Dalam dokumen resmi yang dirilis FIA, terungkap bahwa kronologi bermula ketika mobil nomor 3 (Verstappen) berada dalam lap persiapan, sementara mobil nomor 30 (Lawson) sedang menjalani cool-down lap guna bersiap melakukan push lap berikutnya.
“Para pengemudi dari kedua mobil bersikap dengan cara yang dianggap tidak dapat diterima oleh Stewards, terutama mengingat peringatan yang telah disampaikan pada rapat manajer tim hari itu juga,” tulis pernyataan resmi FIA.
“Kedua pembalap mengakui bahwa aksi manuver tersebut tidak perlu dan ‘canggung’. Mengingat adanya insiden serupa antar pembalap di Free Practice tahun ini, Stewards memutuskan untuk meningkatkan sanksi dari sekadar peringatan formal menjadi penalti posisi grid.”