Drama pencarian mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) yang hilang di Gunung Puntang akhirnya membuahkan hasil manis. Arief Wibisono, yang sempat dinyatakan hilang kontak sejak Sabtu (9/5), ditemukan oleh warga di wilayah Desa Leuweung Malang pada Senin (11/5/2026) dalam kondisi selamat namun mengalami luka-luka di sekujur tubuhnya.
Tragedi ini bermula ketika Arief dan dua rekannya turun dari Puncak Mega. Arief yang berjalan lebih dulu tiba-tiba menghilang dari pandangan teman-temannya. Belakangan terungkap bahwa ia terperosok ke dalam jurang sedalam 6 hingga 7 meter. Akibat curamnya medan, Arief terjebak dan tidak bisa memanjat kembali ke jalur pendakian resmi.
Insting Bertahan Hidup: Menyusuri Sungai
Dalam kondisi terjepit di dasar jurang, insting bertahan hidup Arief bekerja. Ia memutuskan untuk membuka jalur sendiri dengan cara menyusuri aliran sungai, berharap aliran tersebut akan membawanya ke pemukiman warga.
Selama dua hari tersesat di tengah hutan yang lebat, Arief harus menghemat perbekalannya yang kian menipis. “Hari pertama dia makan mi instan dan protein bar, hari kedua hanya bertahan dengan madu,” ungkap Dekan FTSL ITB, Dr. Eng. Nita Yuanita. Saat perbekalan benar-benar habis, Arief hanya mengandalkan air sungai untuk menjaga tubuhnya tetap terhidrasi.
Operasi pencarian masif yang melibatkan Kantor SAR Bandung, Brimob, dan tim ranger Pasir Kuda akhirnya berakhir saat warga menemukan Arief di area yang cukup jauh dari jalur pendakian awal. Tim SAR gabungan segera mengevakuasi korban dan membawanya ke RSUD Bedas Arjasari.
“Kondisi Arief mengalami luka gores dan memar di sekujur tubuh. Saat ini kami masih mendampingi keluarga di rumah sakit sembari menunggu hasil rontgen,” tambah Nita.
Kejadian ini menjadi pengingat bagi para pendaki mengenai pentingnya tetap berada dalam kelompok, terutama saat perjalanan turun gunung yang seringkali lebih berbahaya dari pendakian. Meskipun Arief berhasil selamat berkat kegigihannya, peristiwa ini meninggalkan trauma mendalam bagi pihak keluarga yang sempat merasa kehilangan harapan.