Keamanan pangan menjadi prioritas utama Badan Gizi Nasional (BGN) dalam menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, memaparkan hasil evaluasi tim investigasi yang menemukan bahwa beberapa menu makanan favorit ternyata berpotensi menjadi sarang bakteri jika salah dalam penyajian.
Berikut adalah beberapa menu yang kini masuk dalam daftar “tidak direkomendasikan” oleh BGN:
1. Soto: Ancaman Bakteri E. Coli
Soto menempati urutan pertama pemicu gangguan pencernaan. Masalah utamanya terletak pada kondimen mentah seperti kol, seledri, dan tauge.
“Risikonya tinggi jika kuah soto disajikan saat sudah dingin. Air yang tidak panas tidak mampu membunuh bakteri E. coli pada sayuran mentah tersebut, sehingga memicu mual hingga diare pada anak,” tegas Nanik, Rabu (22/4/2026).
2. Nasi Olahan & Mi: Si Cepat Basi
Menu seperti nasi kuning, nasi uduk, dan nasi goreng dinilai memiliki risiko tinggi cepat basi sebelum sampai ke tangan anak-anak. Demikian pula dengan mi yang dimasak bersamaan dengan sayur, yang cenderung mempercepat proses fermentasi dan pembusukan.
3. Ayam Suwir: Risiko Kontaminasi Manual
Ayam suwir tercatat sebagai penyebab tertinggi keracunan. Ada dua faktor utama: penggunaan bahan baku ayam yang tidak segar (kualitas nomor dua atau tiga) serta proses pengerjaan yang tidak higienis.
“Proses menyuwir ayam sering dilakukan sejak sore hari untuk mengejar waktu, dan ironisnya sering dilakukan tanpa menggunakan sarung tangan,” ungkap Nanik.
4. Ayam Bakar & Ikan Barbeque: Matang “Palsu”
BGN menemukan banyak pengelola dapur yang menggunakan alat torch (pemantik api) untuk membakar ayam atau ikan. Penggunaan alat ini hanya mematangkan bagian luar (karamelisasi), sementara bagian dalam daging masih mentah dan mengandung kuman berbahaya.
5. Saus yang Tidak Matang
Menu dengan berbagai saus juga disorot karena proses pemasakan saus yang kurang matang sempurna, dikombinasikan dengan waktu tunggu konsumsi yang terlalu lama.
Langkah Antisipasi BGN
Sebagai tindakan preventif, BGN secara resmi tidak merekomendasikan menu-menu di atas untuk disajikan dalam waktu dekat hingga standar operasional prosedur (SOP) di dapur-dapur penyedia dapat diperketat.
BGN berkomitmen untuk terus memantau kualitas gizi dan kebersihan makanan agar tujuan utama program MBG—yakni meningkatkan kualitas SDM Indonesia—tidak terhambat oleh masalah kesehatan yang sebenarnya bisa dicegah.