KALTIM – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN meluncurkan program Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) secara serentak di seluruh Indonesia. Peluncuran utama dilakukan di Tempat Penitipan Anak (TPA) Tunas Harapan PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSN), Kutai Timur, Kalimantan Timur.
Program ini menjadi upaya konkret pemerintah menjawab tantangan bonus demografi, kerentanan keluarga, dan rendahnya partisipasi angkatan kerja (TPAK) perempuan.
“Harapan saya, perempuan tetap bisa bekerja setelah menikah dan punya anak. Jangan sampai produktivitas turun hanya karena tak ada tempat menitipkan anak,” ujar Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Dr. Wihaji,
TAMASYA hadir sebagai solusi untuk:
- Meningkatkan TPAK perempuan menuju 70%
- Menjaga Total Fertility Rate (TFR) tetap di angka 2,1
- Mendorong penurunan angka stunting menjadi 5% di tahun 2045
- Meningkatkan Indeks Kualitas Keluarga ke 80%
- Menurut data BPS (Agustus 2024), TPAK nasional berada di 66,17%, masih di bawah rata-rata negara OECD (81,9%).
Mengapa Kalimantan Timur
PT DSN dinilai memiliki komitmen tinggi terhadap kesejahteraan pekerja dan anak-anak mereka. Saat ini, perusahaan tersebut memiliki:
- 91 TPA
- Menampung 1.860 anak
- Didukung oleh 186 pengasuh
Provinsi Kaltim juga menunjukkan penurunan angka kelahiran (TFR) dari 2,18 (2022) menjadi 2,17 (2024).
Sinergi 6 Kementerian
Program TAMASYA melibatkan:
- Kemendukbangga/BKKBN
- Kementerian Dalam Negeri
- KemenPPPA
- Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
- Kementerian Sosial
- Kementerian Ketenagakerjaan
Keenam kementerian telah menerbitkan Surat Edaran Bersama (SEB) tentang pembentukan dan penyelenggaraan TPA di instansi pemerintah, BUMN/D, swasta, hingga masyarakat umum.
Dasar Hukum dan Arah Kebijakan
TAMASYA selaras dengan:
- UU No. 4 Tahun 2024 tentang Kesejahteraan Ibu dan Anak
- UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan
- Perpres No. 12 Tahun 2025 tentang RPJMN 2025–2029
- Asta Cita Presiden & Wapres: SDM unggul dan pembangunan berbasis desa
“Melalui TPA yang terjangkau, aman dan berkualitas, pekerja perempuan bisa tenang bekerja tanpa meninggalkan perannya sebagai ibu,”* tambah Menteri Ketenagakerjaan RI, Yassierli dalam video pernyataan dukungan yang ditayangkan dalam acara.
Peluncuran TAMASYA menjadi bukti komitmen pemerintah hadir menjawab kebutuhan nyata keluarga Indonesia. Dengan kolaborasi lintas kementerian dan dukungan sektor swasta, Indonesia bergerak menuju generasi emas 2045 dengan keseimbangan antara produktivitas kerja dan kualitas pengasuhan anak.