JAKARTA – Warga Ibu Kota diimbau tidak langsung terlena dengan cuaca cerah yang menyelimuti Jakarta sejak pagi hari, Selasa (2/6/2026). Meski langit tampak terang dan suhu udara terasa cukup panas, kondisi cuaca diperkirakan dapat berubah drastis pada sore hingga malam hari dengan potensi hujan yang disertai petir di sejumlah wilayah.
Berdasarkan informasi prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Jakarta masih mengalami pola cuaca khas masa peralihan musim atau pancaroba. Pada periode ini, cuaca cenderung berubah dengan cepat, dari kondisi cerah pada pagi dan siang hari menjadi hujan pada sore atau malam hari.
Sejak pagi, sebagian besar wilayah Jakarta diperkirakan berada dalam kondisi cerah hingga cerah berawan. Suhu udara juga terpantau cukup tinggi dan dapat mencapai kisaran 33-34 derajat Celsius pada siang hari. Kondisi tersebut membuat cuaca terasa lebih terik dibanding beberapa hari sebelumnya.
Namun, peningkatan suhu pada siang hari justru menjadi salah satu faktor yang dapat memicu pembentukan awan hujan pada sore hari. BMKG menjelaskan bahwa pemanasan permukaan yang cukup kuat sering kali meningkatkan aktivitas konvektif di atmosfer, sehingga memunculkan awan hujan yang berkembang cepat pada siang hingga malam hari.
Sore Hari Menjadi Periode Paling Rawan
Masyarakat yang memiliki aktivitas di luar ruangan perlu memberi perhatian lebih pada rentang waktu antara pukul 15.00 hingga 19.00 WIB. Pada periode tersebut, potensi terbentuknya awan hujan diperkirakan meningkat, terutama di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur yang selama beberapa bulan terakhir kerap menjadi daerah dengan peluang hujan lebih tinggi dibanding kawasan lain di DKI Jakarta.
Perubahan cuaca yang terjadi pada masa pancaroba sering berlangsung secara mendadak. Langit yang sebelumnya cerah dapat berubah menjadi mendung dalam waktu singkat, kemudian diikuti hujan dengan intensitas ringan hingga sedang. Dalam beberapa kasus, hujan juga dapat disertai kilat dan angin kencang berdurasi singkat.
Fenomena seperti ini bukan hal baru bagi Jakarta. Dalam sejumlah laporan prakiraan cuaca sebelumnya, BMKG beberapa kali mengingatkan adanya potensi hujan petir pada sore hari yang muncul setelah kondisi panas menyengat sejak pagi.
Cuaca Panas Tetap Mendominasi Siang Hari
Selain potensi hujan, warga juga perlu mewaspadai suhu udara yang cukup tinggi pada siang hari. Beberapa wilayah Jakarta diperkirakan mengalami suhu maksimum hingga 34 derajat Celsius.
Kondisi panas tersebut dipengaruhi oleh berkurangnya tutupan awan pada pagi hingga siang hari sehingga sinar matahari dapat langsung mencapai permukaan bumi. BMKG dalam analisis cuaca terbarunya menyebutkan bahwa situasi ini masih umum terjadi di sejumlah wilayah Indonesia yang sedang memasuki masa transisi menuju musim kemarau.
Akibatnya, aktivitas di luar ruangan pada siang hari berpotensi menimbulkan rasa gerah yang lebih tinggi. Warga disarankan untuk menjaga asupan cairan tubuh, menggunakan pelindung dari paparan sinar matahari, dan menghindari aktivitas berat terlalu lama di ruang terbuka.
Dinamika Atmosfer Masih Aktif
Meski sebagian wilayah Indonesia mulai memasuki musim kemarau, BMKG mencatat bahwa sejumlah fenomena atmosfer masih memengaruhi pembentukan awan hujan di berbagai daerah, termasuk wilayah Jabodetabek. Aktivitas gelombang atmosfer, sirkulasi udara, hingga pengaruh monsun masih berkontribusi terhadap peluang hujan pada skala lokal.
Karena itu, hujan pada sore hingga malam hari masih berpotensi terjadi meskipun cuaca pagi terlihat cerah. Pola ini diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan.
Imbauan untuk Warga Jakarta
Melihat kondisi cuaca yang cenderung berubah cepat, masyarakat diimbau untuk selalu memantau pembaruan informasi cuaca sebelum beraktivitas. Pengendara sepeda motor dan pengguna transportasi umum sebaiknya menyiapkan perlengkapan hujan sebagai langkah antisipasi apabila hujan turun secara tiba-tiba pada sore hari.
Selain itu, warga yang berencana melakukan kegiatan luar ruangan pada sore hingga malam hari disarankan untuk memperhatikan perkembangan awan di sekitar lokasi aktivitas. Apabila mulai terlihat awan gelap dan terdengar suara guntur, sebaiknya segera mencari tempat yang aman untuk menghindari risiko sambaran petir.
Dengan kondisi atmosfer yang masih dinamis, cuaca Jakarta pada 2 Juni 2026 diperkirakan akan diawali dengan langit cerah dan suhu panas, namun berpotensi berubah menjadi hujan pada sore hingga malam hari. Oleh sebab itu, kewaspadaan tetap diperlukan agar aktivitas harian tidak terganggu oleh perubahan cuaca yang datang secara mendadak.