Garuda Tv – Badan Gizi Nasional (BGN) mengevaluasi uji coba program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan sistem prasmanan yang mulai diterapkan pada awal Oktober 2026.
Sistem ini dinilai memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan metode ompreng, terutama dalam menjaga kesegaran makanan, mempercepat distribusi, dan mengurangi risiko kontaminasi pangan.
Jubir BGN Tysa Novenny menjelaskan bahwa uji coba sistem prasmanan merupakan upaya mencari format terbaik dalam pelaksanaan program MBG, dengan mempertimbangkan kualitas makanan, keamanan pangan, serta kenyamanan penerima manfaat.
Menurut Tysa, masukan mengenai penerapan sistem prasmanan juga diperoleh melalui pertemuan BGN dengan Japan International Cooperation Agency (JICA) pada 23 September 2026.
BGN mencatat, metode ompreng membutuhkan waktu sekitar empat jam sejak makanan selesai dimasak hingga siap dikonsumsi penerima manfaat.
Sementara itu, melalui sistem prasmanan, waktu tersebut ditargetkan dapat dipangkas menjadi sekitar dua jam sehingga makanan dapat disajikan dalam kondisi lebih segar dan hangat.
Dari hasil uji coba tahap pertama yang berlangsung sejak awal hingga pertengahan Oktober, BGN melaporkan tidak terdapat kejadian keamanan pangan. Selain itu, hasil survei kepuasan penerima manfaat mencatat respons positif dengan nilai 4,5 dari skala 5.
Meski demikian, BGN mengakui masih terdapat sejumlah aspek yang perlu dievaluasi, terutama durasi persiapan dan penyajian makanan di sekolah. Proses tersebut saat ini membutuhkan waktu sekitar 30 hingga 45 menit, termasuk pengantaran makanan ke kelas dan persiapan siswa sebelum makan.
Dalam sistem prasmanan, makanan yang telah dimasak ditempatkan dalam wadah khusus atau food pan dan termos nasi, kemudian dibawa ke sekolah. Sebelum menyantap makanan, siswa juga diarahkan menggunakan perlengkapan kebersihan, seperti sarung tangan dan penutup kepala, untuk menjaga higienitas penyajian.
BGN berencana meningkatkan efisiensi proses tersebut sekaligus mendorong sistem prasmanan menjadi sarana edukasi di lingkungan sekolah. Melalui pendekatan ini, siswa tidak hanya memperoleh makanan bergizi, tetapi juga belajar mengenai kandungan gizi, kebiasaan mencuci tangan, kebersihan makanan, serta sikap saling melayani dan bertoleransi.
BGN juga berencana berkoordinasi dengan kementerian terkait agar kegiatan makan bergizi dapat diintegrasikan ke dalam pembelajaran atau muatan lokal di sekolah.
Pada uji coba tahap kedua, BGN mencatat sebanyak 87 titik akan mengikuti program MBG prasmanan. Jumlah tersebut terdiri atas 66 titik yang mengikuti tahap pertama dan tambahan 21 titik baru.
BGN menargetkan sistem prasmanan dapat diterapkan di 3.000 sekolah di seluruh Indonesia hingga akhir 2026. Namun, setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan sekolah yang ingin mengikuti program ini diwajibkan memperoleh persetujuan terlebih dahulu dari BGN pusat.
Ketentuan tersebut diterapkan untuk memastikan pelaksanaan program sesuai dengan standar operasional prosedur, menjaga kebersihan makanan, serta memenuhi kebutuhan Angka Kecukupan Gizi (AKG) bagi penerima manfaat.
BGN menegaskan, evaluasi akan terus dilakukan untuk menyempurnakan pelaksanaan MBG prasmanan agar berjalan sesuai standar keamanan pangan dan kebutuhan gizi anak-anak sekolah.
Caption, Editor & Upload: Tijani
GARUDA TV – Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya
Saksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:
www.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45
Scan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.
🔴 Subscribe GarudaTV Official Youtube Channel https://www.youtube.com/@garudatv.official
🔴 Follow our Official TikTok https://www.tiktok.com/@garudatvnews
🔴 Like our Official Facebook https://www.facebook.com/garudatv.official
🔴 Follow our Official Instagram https://www.instagram.com/garudatv.official/