JAKARTA – Bursa pemain bebas (free agent/FA) liga voli profesional wanita Korea segera dibuka setelah berakhirnya musim 20252026. GS Caltex memastikan gelar juara usai menundukkan Korea Expressway Corporation pada Final V-League, Minggu (5/4/2026).
Dilansir Naver, Selasa (7/4/2026), Fedarasi Voli Korea (KOVO) dijadwalkan mengumumkan daftar pemain berstatus FA pada 8 April.
Tujuh tim peserta kini bersiap menghadapi persaingan perekrutan yang diprediksi berlangsung sengit. Di antara nama-nama yang tersedia, Jung Ho-young, middle blocker Red Sparks, disebut sebagai “pemain bebas terbesar” yang paling menarik perhatian.
Jung Ho-young bergabung dengan Red Sparks sebagai pilihan pertama draft rookie 2019-2020. Ia tampil konsisten lebih dari 30 laga dalam tiga musim berturut-turut, bahkan bermain penuh pada 36 pertandingan musim 2022-2023. Ia juga memperkuat tim nasional pada Asian Games Hangzhou 2022. Musim ini, Jung mencatat rata-rata 10,7 poin per laga dengan blok per set 0,667, menempati peringkat keempat. Namun, cedera jari pada Maret lalu membuatnya absen hingga akhir musim. Kini, ia hampir pulih sepenuhnya.
Hyundai E&C menjadi tim paling aktif memburu Jung Ho-young. Kekosongan pada posisi middle blocker muncul setelah Yang Hyo-jin memutuskan pensiun. Pelatih Kang Sung-hyung menegaskan, “Kita perlu memperkuat posisi middle blocker, jadi saya pikir kita harus proaktif.” Hyundai E&C juga memiliki ruang finansial lebih besar setelah kepergian Yang Hyo-jin, yang sebelumnya menerima kompensasi 800 juta won.
Selain Jung, sejumlah nama besar juga kembali berstatus FA, termasuk Park Jung-ah, Bae Yu-na, Kim Su-ji, dan Hwang Min-kyung. GS Caltex sebagai juara bertahan fokus mempertahankan pemain internal seperti setter Ahn Hye-jin dan libero Han Su-jin. Korea Expressway Corporation berupaya menjaga libero Moon Jeong-won, sementara tim lain menimbang opsi merekrut pemain veteran.
Dengan regulasi baru yang menurunkan batas kompensasi maksimal menjadi 540 juta won, dinamika perekrutan diperkirakan semakin kompetitif. Bursa FA kali ini bukan hanya soal perebutan bintang, tetapi juga strategi mempertahankan kekuatan tim masing-masing.