JAKARTA – Ironi sepak bola dunia kembali mencuat. Fabio Cannavaro, kapten Italia saat menjuarai Piala Dunia 2006, kini justru sukses membawa Uzbekistan lolo ke Piala Dunia 2026. Sementara itu, Italia gagal tampil untuk ketiga kalinya secara beruntun.
Uzbekistan memastikan tiket ke putaran final setelah finis kedua di Grup A babak ketiga kualifikasi Asia pada Juni 2025. Tim berjuluk White Wolves menjadi negara pertama dari Asia Tengah yang menembus panggung Piala Dunia.
Cannavaro ditunjuk sebagai pelatih kepala pada Oktober 2025, menggantikan Timur Kapadze. “Saya suka memperluas cakrawala. Rakyat Uzbekistan adalah pejuang sejati,” ujarnya, menegaskan timnya akan tampil tanpa rasa takut meski tergabung di grup berat bersama Portugal dan Kolombia.
Sebaliknya, Italia kembali mengalami nasib buruk. Tim juara dunia empat kali itu tersingkir pada babak play-off setelah kalah adu penalti dari Bosnia dan Herzegovina. Absen pada Piala Dunia 2018, 2022, dan kini 2026 menjadi catatan kelam yang belum pernah dialami juara dunia sebelumnya.
Kontras ini menjadi sorotan media internasional. Cannavaro, yang pernah mengangkat trofi Piala Dunia dan meraih Ballon d’Or pada 2006, kini hadir pada Piala Dunia sebagai pelatih debutan dari Asia Tengah. Bagi Uzbekistan, keberhasilan ini menjadi kebanggaan nasional, sementara bagi Italia, kegagalan beruntun memicu tuntutan reformasi besar di tubuh federasi.
Piala Dunia 2026 pun akan menjadi panggung bersejarah bagi Uzbekistan, sekaligus membuka babak baru dalam karier kepelatihan Cannavaro.