JAKARTA – Langkah awal Carlos Alcaraz dalam misi mempertahankan gelar Monte-Carlo Masters 2026 berlangsung mulus dengan kemenangan cepat dan meyakinkan.
Petenis nomor satu dunia itu tampil dominan saat menyingkirkan Sebastian Baez di babak kedua dengan skor telak 6-1, 6-3 dalam pertandingan berdurasi hanya 70 menit di Monako, Selasa waktu setempat.
Alcaraz menunjukkan performa hampir sempurna sepanjang laga dengan minim kesalahan dan kontrol permainan yang sangat solid sejak awal hingga akhir pertandingan.
“Ini merupakan awal yang sangat baik untuk turnamen ini bagi saya,” kata Alcaraz, dikutip dari ATP.
“Sejujurnya, saya terkejut dengan level permainan saya. Saya kira saya akan bermain sedikit lebih buruk, tetapi saya senang dengan semua yang telah saya lakukan hari ini.”
“Mungkin ada beberapa hal yang tidak saya lakukan dengan baik di set kedua. Saya membiarkan dia masuk ke dalam pertandingan, tetapi secara keseluruhan, saya senang bisa bermain pertandingan lagi di lapangan tanah liat,” ujar petenis berusia 22 tahun itu.
Kemenangan ini menjadi penampilan pertama Alcaraz di lapangan tanah liat sejak sukses dramatisnya di final Roland Garros melawan Jannik Sinner pada Juli tahun lalu.
Dalam pertandingan tersebut, Alcaraz tampil agresif dengan mematahkan servis Baez sebanyak lima kali dan hanya kehilangan satu gim servisnya sendiri.
Performa impresif ini sekaligus menjadi sinyal bahwa Alcaraz siap mengulang dominasi musim tanah liatnya pada 2025 yang mencatat rekor luar biasa 22 kemenangan dan hanya satu kekalahan.
Di tengah persaingan ketat, Alcaraz juga menghadapi tekanan posisi puncak dunia yang terancam oleh rival terdekatnya, Sinner.
“Saya akan kehilangan peringkat No.1 dunia suatu saat nanti. Saya tidak tahu apakah itu akan terjadi di turnamen ini atau turnamen lain,” kata Alcaraz.
“Saya memiliki banyak poin yang akan sangat sulit untuk dipertahankan. Bahkan jika saya berhasil mempertahankannya, Jannik akan menambah beberapa poin.”
“Saya hanya akan mencoba bermain sebaik mungkin dan mari kita lihat apa yang terjadi, tetapi bagi saya, posisi No.1 tidak ada dalam pikiran saya saat ini,” ujar petenis Spanyol itu.
“Saya hanya mencoba merasakan performa terbaik di lapangan tanah liat dan mari kita lihat bagaimana musim lapangan tanah liat berjalan.”
Meski sempat menelan dua kekalahan dari tiga laga terakhir sebelum turnamen ini, Alcaraz mampu bangkit dengan performa meyakinkan yang menunjukkan kualitas terbaiknya belum memudar.
Ia mendominasi pertandingan melalui pukulan forehand yang eksplosif serta efektivitas tinggi di servis pertama dengan raihan 83 persen poin menurut statistik ATP.
Sepanjang musim 2026, Alcaraz kini mengoleksi catatan 18 kemenangan dan dua kekalahan serta telah mengamankan gelar di Australian Open dan Doha.
Pada babak ketiga Monte-Carlo Masters, Alcaraz akan menghadapi pemenang duel antara Tomas Martin Etcheverry dan Terence Atmane.
Menariknya, Alcaraz belum pernah bertemu dengan kedua calon lawannya tersebut, membuka potensi duel perdana yang patut dinantikan.***