JAKARTA – Manajer Manchester United, Michael Carrick, menyoroti etos kerja para pemainnya setelah tim berjuluk Setan Merah tersebut kembali gagal meraih kemenangan ko. Menurutnya, strategi sebagus apa pun tidak akan memberikan hasil maksimal jika pemain tidak memiliki intensitas saat menyerang maupun bertahan.
Pernyataan itu muncul setelah Manchester United menelan kekalahan telak 1-4 dari Como dalam pertandingan Liga Champions di Stadio Giuseppe Sinigaglia pada tengah pekan ini. Hasil tersebut memperpanjang periode buruk MU yang belum meraih kemenangan dalam tujuh pertandingan terakhir di semua kompetisi.
Dalam rentang tersebut, MU mencatatkan tiga hasil imbang dan empat kekalahan. Situasi ini membuat tekanan terhadap Carrick semakin meningkat, terlebih timnya akan menghadapi Bournemouth di Old Trafford pada Minggu (25/10/2026).
Carrick Soroti Etos Kerja Pemain MU
Carrick menegaskan bahwa hasil pertandingan tidak hanya ditentukan oleh formasi atau strategi yang diterapkan pelatih. Para pemain juga harus menjalankan tugasnya dengan intensitas tinggi sepanjang pertandingan.
Dikutip dari BBC, Carrick mengatakan bahwa tim tidak akan mampu meraih kemenangan apabila para pemain enggan berlari, baik ketika membantu serangan maupun saat kembali bertahan.
Pernyataan tersebut menjadi sorotan setelah MU dinilai kesulitan menghadapi permainan Como. Carrick mengakui dirinya kecewa dengan penampilan tim dan menilai performa yang ditunjukkan belum memenuhi standar yang seharusnya dimiliki Manchester United.
Ia juga menyampaikan bahwa dirinya memahami kekecewaan para pendukung terhadap hasil yang diraih tim.
Bruno Fernandes Sebelumnya Kritik Taktik Carrick
Sebelum Carrick menyoroti kinerja pemain, kapten MU Bruno Fernandes lebih dahulu menyampaikan kritik terhadap pendekatan taktik yang digunakan tim saat menghadapi Como.
Fernandes menilai Manchester United seharusnya lebih berani menekan lawan sejak awal pertandingan. Menurut gelandang asal Portugal tersebut, tekanan yang lebih agresif dapat mengganggu kenyamanan lawan ketika membangun serangan dari lini belakang.
Ia juga menyinggung keputusan tim pelatih yang tidak menerapkan pressing satu lawan satu secara konsisten. Fernandes menilai pendekatan tersebut memberi kesempatan kepada Como untuk menguasai bola dan membangun kepercayaan diri selama pertandingan.
Ketika ditanya apakah strategi Carrick menjadi penyebab kekalahan, Fernandes menyerahkan penilaian tersebut kepada manajer dan staf kepelatihan. Meski demikian, komentarnya memperlihatkan adanya perbedaan pandangan mengenai pendekatan permainan MU.
Carrick sendiri menjelaskan bahwa timnya sempat mencoba menerapkan pressing satu lawan satu secara terbatas pada babak kedua. Namun, pendekatan itu justru membuat MU kebobolan.
MU Dituntut Bangkit Saat Hadapi Bournemouth
Manchester United kini harus segera memperbaiki performa menjelang pertandingan melawan Bournemouth di Old Trafford pada Minggu (25/10/2026) malam WIB.
Tantangan tersebut tidak mudah. Dalam empat pertemuan terakhir melawan Bournemouth di Liga Inggris, MU belum pernah meraih kemenangan, dengan catatan tiga hasil imbang dan satu kekalahan.
Bahkan, dua pertandingan terakhir Bournemouth di Old Trafford menghasilkan hasil yang kurang memuaskan bagi tuan rumah. MU bermain imbang 4-4 sebelum kemudian kalah 0-3.
Catatan tersebut menjadi pekerjaan tambahan bagi Carrick yang membutuhkan kemenangan untuk menghentikan tren negatif timnya. Selain membenahi taktik, ia juga dituntut memastikan para pemain mampu menunjukkan kedisiplinan, intensitas, dan kerja sama yang lebih baik di lapangan.
Bagi Manchester United, pertandingan melawan Bournemouth bukan sekadar kesempatan untuk memperbaiki posisi, tetapi juga ujian untuk membuktikan bahwa tim mampu merespons kritik dan kembali menunjukkan performa yang diharapkan para pendukungnya.