JAKARTA — Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) mencatat akumulasi total dana abadi sebesar Rp154,11 triliun sejak berdiri tahun 2010 hingga Juni 2025.
- Komposisi Dana dan Investasi LPDP 2025
- Beasiswa LPDP 2013–2025: Capaian dan Jangkauan
- Kolaborasi Pendidikan: Skala Nasional
- Dana Abadi Penelitian (DPL): Inovasi Berbasis Data
- Dana Abadi Perguruan Tinggi (DAPT): Hasil Riil Akademik
- Dana Abadi Kebudayaan (DAKb): Afirmasi Kultural
- Efektivitas Program: ROSI LPDP 5,39 Kali Lipat
- Proyeksi 2026: Pagu dan Target Layanan
Angka ini mencerminkan dedikasi jangka panjang negara dalam menjamin keberlanjutan pendidikan, riset ilmiah, dan penguatan budaya nasional.
Direktur Utama LPDP, Andin Hadiyanto, memaparkan rincian dana tersebut dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, Senin (14/7).
“Rinciannya adalah dana abadi pendidikan (DAP) sejumlah Rp126,12 triliun, dana abadi penelitian (DPL) Rp12,19 triliun, dana abadi perguruan tinggi (DAPT) Rp10 triliun dan dana abadi kebudayaan (DAKb) adalah Rp5 triliun,” katanya.
Komposisi Dana dan Investasi LPDP 2025
Per 30 Juni 2025, alokasi portofolio investasi dana abadi LPDP didistribusikan sebagai berikut:
- Obligasi Negara: Rp112 triliun (70,01%)
- Deposito: Rp37,07 triliun (23,2%)
- Obligasi Korporasi: Rp7,74 triliun (4,84%)
- Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI): Rp2,97 triliun (1,86%)
Seluruh komposisi investasi LPDP dirancang untuk menjaga prinsip kehati-hatian dengan mengutamakan instrumen aman, likuid, dan menghasilkan imbal hasil jangka panjang.
Beasiswa LPDP 2013–2025: Capaian dan Jangkauan
Dalam periode 2013–2025, LPDP telah memberikan total beasiswa kepada 55.492 penerima, dengan distribusi sebagai berikut:
- Program Magister (S2): 40.284 orang
- Program Doktoral (S3): 11.829 orang
- Dokter Spesialis: 3.379 orang
Sementara itu, hingga 30 Juni 2025, terdapat 34.373 penerima beasiswa aktif (on-going). Komposisi asalnya sebagai berikut:
- LPDP Mandiri: 18.630 orang
- Kolaborasi Kemendikdasmen & Kemdiktisaintek: 8.674 orang
- Kementerian Agama (Kemenag): 7.069 orang
Kolaborasi Pendidikan: Skala Nasional
Kolaborasi dengan kementerian teknis memperluas cakupan distribusi beasiswa LPDP, sebagai berikut:
???? Kolaborasi Kemendikdasmen–Kemdiktisaintek (2021–2025):
- Beasiswa S1 hingga S3: 24.967 orang
- Program Non-Gelar (pelatihan, sertifikasi, dll): 548.911 peserta
???? Kolaborasi Kemenag (2022–2025):
- Beasiswa S1–S3: 11.546 orang
- Program Non-Gelar: 29.499 peserta
Dana Abadi Penelitian (DPL): Inovasi Berbasis Data
Sejalan dengan misi meningkatkan kapasitas riset nasional, LPDP menyalurkan DPL untuk mendukung proyek-proyek riset unggulan. Hasilnya:
- Proyek riset selesai: 1.199 proyek
- Proyek riset berjalan (on-going): 2.261 proyek
Kolaborasi dalam program ini melibatkan Kemdiktisaintek, Kemenag, serta BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional), menjadikan dana LPDP sebagai pengungkit penting dalam ekosistem inovasi nasional.
Dana Abadi Perguruan Tinggi (DAPT): Hasil Riil Akademik
Dana DAPT menyokong aktivitas akademik strategis di 21 Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH), dengan hasil antara lain:
- Publikasi Ilmiah: 7.935 judul
- Visiting Professor: 1.849 akademisi tamu
- Postdoctoral Fellowship: 576 peneliti
- Pertukaran Pelajar: 6.800 mahasiswa
Dukungan ini memperkuat reputasi internasional PTNBH sekaligus memperluas jejaring akademik global.
Dana Abadi Kebudayaan (DAKb): Afirmasi Kultural
DAKb difokuskan untuk pelestarian dan pengembangan ekosistem budaya nasional. Dampaknya:
- Penerima manfaat: 928 entitas (perorangan, komunitas, lembaga)
- Pelaku budaya yang terlibat: 27.650 orang
Program ini mencakup fasilitasi kegiatan seni, produksi budaya, dukungan media kultural, dan pelibatan masyarakat dalam penguatan identitas bangsa.
Efektivitas Program: ROSI LPDP 5,39 Kali Lipat
LPDP tidak hanya menghasilkan output berupa beasiswa atau riset, tapi juga memiliki nilai dampak tinggi.
Berdasarkan perhitungan Return On Scholarship Investment (ROSI), dampak sosial, ekonomi, dan perubahan pola pikir dari program LPDP mencapai 5,39 kali lipat dari nilai investasi awal.
“Kalau kita bandingkan dengan scholarship dari Chevening maupun dari Bank Dunia, mungkin jauh lebih tinggi hasilnya beasiswa LPDP,” kata Andin menjelaskan.
Proyeksi 2026: Pagu dan Target Layanan
Untuk tahun anggaran 2026, LPDP menetapkan pagu indikatif sebesar Rp3,93 triliun, dengan distribusi anggaran:
- Beasiswa: Rp2,92 triliun
- Operasional Manajemen: Rp349,13 miliar
- Dana Abadi Pendidikan (DAP): Rp111 miliar
- Dana Abadi Kebudayaan (DAKb): Rp200 miliar
- Dana Abadi Perguruan Tinggi (DAPT): Rp350 miliar
Target layanan tahun 2026 meliputi:
- Penerima beasiswa baru: 14.160 orang
- Proyek riset: 42 inisiatif
- PTNBH penerima DAPT: 23 kampus
- Program budaya DAKb: 4 program prioritas (komunitas, produksi kegiatan budaya, media budaya, dan layanan khusus).***