JAKARTA — Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria meninjau dua rest area di Jalan Tol Cikampek-Purwakarta-Padalarang (Cipularang), yaitu Travoy Rest KM 88A dan KM 88B, pada Selasa (21/07). Peninjauan didampingi langsung oleh Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan A. Purwantono.
Setelah meninjau kedua rest area di Jawa Barat tersebut, rombongan melanjutkan kunjungan ke Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC) di Jatiasih, Bekasi, untuk melihat langsung sistem pemantauan lalu lintas tol yang dioperasikan Jasa Marga.
Kunjungan turut dihadiri jajaran Direksi Jasa Marga, yaitu Wakil Direktur Utama Andry Tanudjaja, Direktur Pengembangan Usaha Ari Respati, Direktur Bisnis Reza Febriano, Direktur Operasi Fitri Wiyanti, dan Direktur Layanan Yaya Ruhiya. Hadir pula Corporate Secretary & Chief Administration Officer Jasa Marga Trias Andriyanto, bersama sejumlah Group Head dan jajaran direksi anak perusahaan Jasa Marga Group.
Rivan A. Purwantono memaparkan sejumlah perubahan yang telah dilakukan di kedua rest area tersebut. Di Travoy Rest KM 88A, perubahan mencakup penambahan dan renovasi toilet, relokasi toilet untuk mempermudah akses, penambahan ruang terbuka hijau, serta penataan ulang alur kendaraan dan kapasitas parkir.
“Transformasi pada Travoy Rest KM 88A Jalan Tol Cipularang dimulai dengan membenahi fasilitas esensial rest area sebagai prioritas utama. Travoy Rest ini ini kami siapkan menjadi showcase untuk pengembangan rest area ke depannya yang fokus pada peningkatan pelayanan pengguna jalan melalui perluasan kawasan, rejuvenasi toilet agar lebih nyaman sekaligus relokasi toilet untuk mempermudah akses, penambahan ruang terbuka hijau, serta optimalisasi alur kendaraan dan kapasitas parkir. Harapannya, Travoy Rest KM 88A dapat menjadi rest area percontohan yang mampu mengakomodasi kebutuhan pengguna jalan secara lebih optimal,” kata Rivan.
Sementara itu, di Travoy Rest KM 88B, perubahan difokuskan pada penguatan UMKM lokal dengan menghadirkan berbagai produk khas daerah. Jasa Marga juga menerapkan sistem pengelolaan sampah terpadu, mulai dari pemilahan di sumber, pengumpulan, pemrosesan, hingga pengolahan sampah menjadi pupuk organik, sebagai bagian dari penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
Selain rejuvenasi rest area, Jasa Marga juga menambah titik Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di kedua lokasi tersebut.
Fungsi JMTC sebagai Pusat Pemantauan Tol
Di JMTC, Jasa Marga menjelaskan fungsi pusat kendali operasional yang memantau seluruh jaringan jalan tol perusahaan selama 24 jam secara real-time. Sistem ini didukung lebih dari 3.500 unit CCTV, Traffic Counting System, Variable Message Sign (VMS), Speed Camera, Weigh in Motion (WIM), radar lalu lintas, kecerdasan buatan, dan analisis big data.
Menurut Jasa Marga, JMTC memantau pergerakan sekitar 3,5 juta kendaraan per hari serta digunakan untuk mempercepat koordinasi penanganan kondisi darurat, rekayasa lalu lintas, dan penyampaian informasi kepada pengguna jalan.
Pernyataan Danantara
Dony Oskaria menyampaikan bahwa arahan Presiden kepada BUMN adalah memastikan pelayanan kepada masyarakat terus meningkat, termasuk melalui pemanfaatan teknologi untuk pemantauan jalan tol dan percepatan respons terhadap kejadian di lapangan.
“Teknologi juga harus mampu menyediakan informasi perjalanan yang akurat agar masyarakat dapat mengetahui kondisi lalu lintas dan memperkirakan waktu tempuh perjalanan. Dalam perjalanan tersebut, peningkatan kualitas rest area penting sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari layanan jalan tol karena pengguna jalan berhak memperoleh layanan yang baik dan fasilitas istirahat yang aman dan nyaman,” kata Dony.
Dony menyebut perubahan yang dilakukan Jasa Marga selaras dengan arah Danantara Indonesia yang menekankan pada penciptaan nilai berbasis pelayanan. Ia menambahkan bahwa peningkatan pelayanan Jasa Marga tidak hanya menyangkut aspek operasional jalan tol, tetapi juga kemudahan dan kenyamanan bagi pengguna jalan.
“Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh Direksi dan juga karyawan Jasa Marga. Selama satu tahun kita melihat transformasi yang luar biasa dari Jasa Marga berjalan dengan cukup baik. Pada prinsipnya, Pemerintah ingin meningkatkan kualitas layanan kepada publik, sehingga masyarakat dapat menikmati dan merasakan layanan jalan tol meningkat dengan cukup signifikan. Tetap semangat dalam menjalankan tugas untuk memberikan layanan terbaik kepada seluruh rakyat Indonesia,”tutupnya