JAKARTA – Declan Rice kini berada di titik krusial yang bisa menentukan arah musim Arsenal sekaligus nasib mantan klubnya, West Ham United, dalam persaingan sengit Liga Inggris.
Arsenal akan menghadapi West Ham pada laga pekan ke-36 pada Minggu (10/5/2026) malam pukul 22.30 WIB.
Gelandang tim nasional Inggris tersebut berpeluang mengakhiri musim dengan dua trofi besar, sekaligus membungkam narasi lama yang meragukan masa depannya sejak hengkang dari West Ham pada 2023.
Sebuah unggahan viral di media social seperti dilansir Evening Standard, Minggu, menyebut trofi Conference League sebagai satu-satunya gelar Rice selama karier profesionalnya kembali mencuat setiap kali Arsenal gagal meraih trofi dalam tiga musim terakhir.
Namun, situasi kini berbalik drastis setelah Rice tampil konsisten dan menjadi motor permainan Arsenal di berbagai kompetisi sepanjang musim ini.
Performa impresifnya semakin terlihat saat ia dinobatkan sebagai pemain terbaik dalam laga melawan Atletico Madrid yang memastikan langkah Arsenal ke final Liga Champions.
Fokus Arsenal kini beralih ke Liga Inggris, di mana mereka akan menghadapi West Ham dalam laga yang sarat emosi dan kepentingan besar bagi kedua tim.
Kemenangan di London Stadium diyakini akan menjadi langkah krusial bagi Arsenal untuk mengunci gelar juara, dengan hanya menyisakan laga melawan Burnley dan Crystal Palace.
Di sisi lain, West Ham tengah berjuang keras keluar dari zona degradasi, dengan selisih tipis satu poin dari Tottenham yang berada tepat di atas garis aman.
Situasi ini menempatkan Rice dalam dilema emosional karena kontribusinya untuk Arsenal bisa berujung pada keterpurukan klub yang membesarkan namanya.
Rice menegaskan profesionalisme tetap menjadi prioritas meski ia memiliki ikatan emosional yang kuat dengan West Ham.
“West Ham adalah klub yang membentuk saya, tanpa mereka saya bukan siapa-siapa, tetapi saya punya tanggung jawab untuk memenangkan pertandingan,” ujar Rice.
Pertemuan terakhir Rice di London Stadium bersama Arsenal berakhir manis dengan kemenangan telak 6-0, di mana ia turut mencetak gol dan memberikan assist.
Namun, laga kali ini diprediksi berlangsung lebih ketat mengingat tekanan tinggi yang dihadapi kedua tim di fase akhir musim.
Arsenal sendiri datang dengan tren positif setelah sempat mengalami penurunan performa, kini berhasil bangkit dan menjaga konsistensi dalam beberapa laga terakhir.
Pertandingan ini bukan sekadar perebutan tiga poin, melainkan penentu arah musim yang bisa mengubah sejarah bagi Arsenal sekaligus menjadi pukulan telak bagi West Ham.
Jika Arsenal menang, Rice berpotensi menutup musim dengan gelar bergengsi sekaligus memberikan “jawaban terakhir” atas keraguan publik terhadap kariernya.***