JAKARTA – Musim kemarau biasanya identik dengan cuaca panas, langit cerah, dan matahari yang terasa lebih terik.
Tapi jangan salah, ada beberapa daerah di Indonesia yang justru masih terasa sejuk meski sedang berada di tengah musim kemarau.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia mengalami puncak musim kemarau pada Juli hingga September 2026.
Bahkan, Agustus menjadi bulan dengan cakupan puncak kemarau terbesar, yakni sekitar 48,84 persen wilayah daratan Indonesia.
Meski begitu, suhu udara tidak otomatis panas di semua wilayah. Daerah yang berada di dataran tinggi atau dekat pegunungan cenderung memiliki suhu yang lebih rendah, terutama pada malam hingga pagi hari.
Nah, buat kamu yang kurang tahan dengan cuaca panas, beberapa kota berikut bisa jadi pilihan.
1. Batu, Jawa Timur
Kalau ngomongin kota yang adem saat musim kemarau, Batu jelas masuk daftar.
Kota yang berada di kawasan pegunungan ini memang dikenal dengan udara sejuknya.
Data BMKG bahkan menunjukkan Kota Batu menjadi salah satu wilayah dengan suhu minimum terendah di Jawa Timur.
Pada 13-14 Agustus 2026, misalnya, AWS Kota Batu mencatat suhu minimum 14,7 derajat Celsius.
Angka tersebut menjadi yang terendah kedua di Jawa Timur dalam periode pengamatan tersebut setelah kawasan Bromo.
Jadi, meskipun siang hari tetap bisa terasa hangat, pagi dan malam di Batu biasanya jauh lebih nyaman dibandingkan kota-kota dataran rendah.
2. Malang, Jawa Timur
Masih dari Jawa Timur, Malang juga bisa menjadi pilihan buat yang mencari suasana lebih sejuk.
Kota Malang berada di dataran yang relatif tinggi dan dikelilingi kawasan pegunungan.
Kondisi tersebut membuat suhu di Malang cenderung lebih nyaman dibandingkan sejumlah kota besar di Jawa yang berada di dataran rendah.
Data BMKG menunjukkan suhu minimum di wilayah Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, mencapai 17,0 derajat Celsius pada periode 13-14 Agustus 2026.
Buat liburan, Malang juga punya keuntungan lain karena lokasinya dekat dengan berbagai destinasi pegunungan dan wisata alam.
3. Bandung, Jawa Barat
Bandung juga dikenal sebagai salah satu kota yang punya udara relatif sejuk, terutama pada pagi dan malam hari.
Kota ini berada di kawasan cekungan yang dikelilingi pegunungan dengan ketinggian sekitar 700 meter di atas permukaan laut.
Kondisi geografis tersebut ikut membuat temperatur Bandung berbeda dibandingkan kota-kota pesisir yang lebih rendah.
BMKG juga pernah menjelaskan bahwa Bandung termasuk wilayah yang dapat mengalami suhu dingin ketika puncak musim kemarau.
Fenomena tersebut berkaitan dengan kondisi langit yang cerah, kelembapan lebih rendah, serta masuknya massa udara dingin dan kering dari Australia.
4. Dieng, Jawa Tengah
Kalau ingin mencari udara yang benar-benar dingin, kawasan Dieng bisa menjadi pilihan.
Dieng berada di dataran tinggi dan terkenal dengan suhu rendahnya ketika musim kemarau.
Bahkan, fenomena embun beku atau yang sering disebut masyarakat sebagai embun upas bisa muncul ketika kondisi atmosfer mendukung.
BMKG menjelaskan bahwa suhu dingin di kawasan pegunungan seperti Dieng pada musim kemarau merupakan fenomena meteorologis yang normal.
Langit yang cerah membuat panas dari permukaan bumi lebih cepat dilepaskan pada malam hari sehingga suhu menjelang pagi bisa turun cukup rendah.
5. Berastagi, Sumatera Utara
Bergeser ke Sumatera Utara, ada Berastagi yang juga terkenal sebagai kawasan wisata dengan udara sejuk.
Berada di dataran tinggi Karo dan dikelilingi kawasan pegunungan, Berastagi menawarkan suasana yang berbeda dari kota-kota Sumatera yang berada di dataran rendah.
Udara sejuk membuat kawasan ini cukup populer untuk wisata keluarga maupun sekadar mencari suasana yang lebih nyaman saat cuaca sedang panas.
6. Ruteng, Nusa Tenggara Timur
Jangan kira semua wilayah Indonesia timur terasa panas ketika musim kemarau.
Ruteng di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, merupakan salah satu daerah yang memiliki suhu relatif rendah karena berada di dataran tinggi.
BMKG pernah mencatat suhu minimum di Ruteng mencapai 12 derajat Celsius pada awal Juli dalam salah satu periode pengamatan.
Fenomena tersebut menunjukkan bahwa wilayah dataran tinggi di NTT juga bisa mengalami suhu yang cukup dingin ketika musim kemarau.
7. Tretes, Pasuruan
Tretes juga bisa menjadi alternatif buat yang ingin menikmati udara sejuk tanpa harus pergi terlalu jauh dari Surabaya dan sekitarnya.
Kawasan wisata di lereng Gunung Arjuno-Welirang ini berada di dataran tinggi sehingga suhu udaranya relatif rendah.
Dalam pengamatan BMKG pada 13-14 Agustus 2026, Stasiun Geofisika Pasuruan mencatat suhu minimum 14,8 derajat Celsius.
Angka tersebut bahkan menjadi salah satu suhu terendah yang tercatat di Jawa Timur pada periode tersebut.
Musim Kemarau Bukan Berarti Semua Kota Panas
Musim kemarau memang identik dengan cuaca yang lebih kering dan panas. Namun, kondisi geografis sangat berpengaruh terhadap suhu suatu daerah.
BMKG menjelaskan bahwa suhu dingin pada malam hingga pagi hari ketika musim kemarau merupakan fenomena yang umum.
Langit yang lebih cerah dan kelembapan yang rendah membuat panas dari permukaan bumi lebih cepat dilepaskan pada malam hari.
Jadi, kalau kamu sedang mencari destinasi buat kabur sejenak dari panasnya musim kemarau, kota-kota dataran tinggi seperti Batu, Malang, Bandung, Dieng, Berastagi, Ruteng, dan Tretes bisa masuk daftar pertimbangan.
Siang harinya mungkin tetap terasa hangat, tetapi begitu malam dan pagi datang, suasananya bisa jauh lebih adem.***



