BOGOR — Presiden Prabowo Subianto memimpin serangkaian rapat strategis di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23/8), hingga malam hari.
Pertemuan tersebut berfokus pada percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Kalimantan serta pemulihan wilayah terdampak gempa Nusa Tenggara Timur.
Prabowo juga mengevaluasi tindak lanjut instruksi pemerintah terkait distribusi bantuan ke Kalimantan dan NTT dengan mengoptimalkan dukungan penerbangan.
“Pada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,” ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.
Untuk memperkuat operasi karhutla Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing untuk mempercepat pemadaman dan menekan penyebaran api.
Armada udara tersebut akan menjadi bagian dari penguatan operasi pemadaman, terutama di wilayah yang menghadapi ancaman meluasnya kebakaran.
Pemerintah juga menambah 1.500 personel lengkap dengan perlengkapan individu guna memperbesar kekuatan penanganan karhutla di lapangan.
Dukungan teknis turut disiapkan melalui pengiriman 200 pompa dan pipa untuk membantu pemadaman kebakaran di kawasan gambut.
Peralatan tersebut dibutuhkan untuk menangani api yang dapat menjalar dan bertahan di bawah permukaan tanah kawasan gambut.
Di tengah penanganan karhutla, Prabowo turut membahas agenda pemulihan masyarakat NTT yang terdampak gempa bumi.
Pembahasan tersebut mencakup langkah lanjutan untuk mempercepat penanganan, rehabilitasi, hingga rekonstruksi kawasan terdampak bencana.
Presiden juga memberikan apresiasi kepada jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak membantu masyarakat di berbagai daerah yang menghadapi kondisi darurat.
Rangkaian rapat hingga malam hari menjadi upaya pemerintah memastikan setiap instruksi dapat segera diterjemahkan menjadi tindakan nyata di wilayah terdampak.
Ketersediaan personel, pesawat, pompa, pipa, serta berbagai sarana pendukung menjadi bagian penting dalam mempercepat respons terhadap bencana.
Langkah tersebut sekaligus menunjukkan penanganan karhutla Kalimantan dan dampak gempa NTT dilakukan melalui koordinasi lintas lembaga.***



