JAKARTA – Aktivis kemanusiaan Indonesia, Asad Aras Muhammad, kembali menginjakkan kaki di Tanah Air dengan semangat yang justru semakin menguat setelah sempat ditahan militer Israel saat menjalankan misi kemanusiaan menuju Gaza.
Kedatangan relawan yang tergabung dalam Global Peace Convoy Indonesia itu disambut penuh haru oleh keluarga di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Minggu (24/5/2026), bersama delapan relawan lainnya yang turut kembali dari misi solidaritas internasional untuk Palestina.
Suasana emosional terlihat ketika keluarga akhirnya bisa kembali bertemu setelah beberapa waktu diliputi kecemasan akibat proses penahanan yang dialami Asad selama menjalankan aksi kemanusiaan di wilayah konflik Gaza.
Kakak Asad, Rafika Aras, mengaku bersyukur karena sang adik telah dibebaskan dan pulang dalam kondisi sehat setelah menjalani situasi yang penuh tekanan selama berada dalam tahanan.
“Alhamdulillah adik saya sekarang sudah mendapatkan kebebasan, insyaallah sebentar lagi akan berada di tengah-tengah kita,” ujar Rafika.
Menurut Rafika, Asad tidak mengalami kekerasan fisik secara langsung selama ditahan, namun tetap menghadapi tekanan mental serta perlakuan yang dinilai mengganggu kondisi psikologisnya.
“Alhamdulillah kondisi beliau saat ini sehat, sudah dilakukan pemeriksaan. Meskipun selama disandera tidak mengalami kekerasan fisik, beliau diejek dan mengalami kekerasan psikis,” ucapnya.
Keluarga menilai pengalaman tersebut tidak membuat semangat Asad melemah, melainkan semakin memperkuat tekadnya untuk terus menyuarakan dukungan kemanusiaan bagi rakyat Palestina yang hingga kini masih menghadapi konflik berkepanjangan.
Rafika menyebut Asad memiliki kepedulian besar terhadap kondisi warga Gaza, terutama terkait blokade dan krisis kemanusiaan yang terus berlangsung di wilayah tersebut.
“Beliau punya semangat juang yang tinggi, terutama untuk saudara-saudara kita yang berada di Palestina. Salah satu misi utama beliau ingin membantu membuka blokade Gaza karena kita tahu genosida masih terjadi hingga saat ini,” kata Rafika.
Meski belum sempat berbincang panjang setelah kepulangannya, keluarga mengungkapkan Asad sempat melakukan panggilan video dan menunjukkan semangat besar untuk melanjutkan gerakan kemanusiaan berikutnya.
Dalam komunikasi singkat itu, Asad bahkan disebut telah menyiapkan rencana aksi solidaritas yang lebih besar setelah seluruh proses kepulangannya selesai.
“Alhamdulillah karena dengan semangat beliau bisa mengalahkan semuanya. Beliau mengatakan setelah ini akan ada lagi gerakan-gerakan yang lebih besar selanjutnya,” ujarnya.
Dukungan masyarakat Indonesia disebut menjadi energi moral yang membantu Asad bertahan selama menghadapi masa-masa sulit saat menjalani penahanan di tengah misi kemanusiaan internasional tersebut.
Keluarga berharap proses pemulihan berjalan lancar sehingga Asad dapat segera kembali ke kampung halamannya di Sulawesi Selatan untuk berkumpul bersama keluarga besar.
“Dengan dukungan doa dari semua teman-teman. Insyaallah semangat beliau tidak akan surut,” katanya.***