Terjangan banjir bandang yang menghantam kawasan Kayu Aro, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, melumpuhkan total sarana komunikasi dan jaringan listrik hingga Selasa (22/9/2026). Robohnya tiang-tiang listrik serta melintangnya kabel di sepanjang jalan membuat ratusan warga lokal terisolasi dari dunia luar.
Padamnya arus listrik dan terputusnya sinyal telepon seluler menyulitkan para korban untuk memberikan kabar atau meminta bantuan kepada sanak saudara di luar daerah.
Salah seorang korban selamat, Eva Roshita, menceritakan detik-detik mencekam saat banjir bandang menghantam pemukiman mereka secara mendadak.
“Suasananya sangat mencekam. Tiba-tiba terdengar suara gemuruh keras, lalu lampu langsung padam total dan sinyal ponsel seketika hilang,” tutur Eva, Selasa (22/9/2026).
Eva mengaku harus berjalan cukup jauh keluar dari zona terdampak hanya demi mengirim pesan singkat ke keluarga serta menumpang mengisi daya baterai ponselnya. “Semoga perbaikan jaringan ini tidak memakan waktu lama, karena melelahkan kalau harus bolak-balik keluar lokasi cuma buat cari sinyal,” tambahnya.
Penanganan Darurat dan Penggunaan Dana BTT
Menanggapi bencana ini, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, menginstruksikan jajarannya untuk bergerak cepat melakukan penanganan darurat dengan memanfaatkan alokasi dana Belanja Tidak Terduga (BTT). Skala prioritas difokuskan pada pemulihan keselamatan warga serta perbaikan infrastruktur vital.
“Penanganan darurat utama adalah memastikan seluruh warga terdampak tertangani dengan baik. Gunakan status tanggap darurat ini untuk bergerak cepat dan tepat sasaran,” tegas Mahyeldi.
Berdasarkan data pendataan awal, sekitar 100 hingga 150 unit rumah warga mengalami kerusakan dengan total korban terdampak diperkirakan mencapai 300 jiwa. Saat ini, Rumah Dinas Wakil Bupati Solok telah disulap menjadi posko pengungsian utama, sementara sebagian warga lainnya memilih mengungsi ke rumah kerabat.
Meski akses jalan nasional dan provinsi yang sempat tertutup material lumpur kini sudah berhasil dibersihkan, perbaikan sayap jembatan dan pembersihan saluran air masih terus digenjot. Pihak Pemprov Sumbar bersama BMKG juga mewanti-wanti warga agar tetap siaga terhadap potensi hujan lebat yang memicu banjir susulan.