PADANG – Komisi VIII DPR RI meninjau langsung kesiapan penyelenggaraan ibadah haji 2025 di Sumatera Barat.
Dalam kunjungan tersebut, Ketua Tim Kerja, Lisda Hendrajoni, menyoroti masih adanya kendala teknis, termasuk jemaah yang tertolak di sistem serta fasilitas embarkasi yang perlu perbaikan.
“Alhamdulillah, kunjungan spesifik Komisi VIII DPR RI ke Sumatera Barat hari ini sangat bermanfaat. Kami menerima banyak laporan serta masukan terkait persiapan ibadah haji 2025.”
“Secara umum, persiapan berjalan baik, tetapi ada kendala yang perlu segera ditindaklanjuti, seperti adanya lebih dari 160 jemaah yang tertolak di sistem.”
“Hal ini perlu ditelusuri agar jika ada yang gagal berangkat, penggantinya bisa segera ditetapkan,” ujar Lisda usai memimpin kunjungan kerja ke Padang Pariaman, Rabu (26/2/24).
Dalam kunjungan ini, Komisi VIII juga menyoroti kondisi Asrama Embarkasi Haji Padang Panjang, yang rencananya menjadi pusat persiapan jemaah haji Sumatera Barat.
Dengan kapasitas tampung sekitar 1.000 orang, asrama ini masih membutuhkan perbaikan.
DPR telah mengajukan anggaran sebesar Rp143 miliar untuk renovasi, tetapi Lisda menilai jumlah tersebut belum cukup untuk memenuhi kebutuhan yang ada.
“Setelah kami tinjau langsung, masih banyak bagian yang perlu diperbaiki dan dilengkapi.”
“Bangunan yang sudah berdiri selama tujuh tahun ini perlu perawatan menyeluruh agar bisa digunakan dengan optimal,” tambah Lisda dikutip Parlementaria.
Kondisi Asrama Embarkasi dan Jumlah Jemaah
Anggota Komisi VIII DPR RI, Muhammad Husni, juga menyoroti kondisi Unit Pelaksana Teknis (UPT) Asrama Embarkasi Haji Sumatera Barat.
Saat ini, masih mengandalkan Asrama Haji Tabing karena asrama baru di Padang Pariaman belum sepenuhnya rampung. Meski begitu, kesiapan ibadah haji 2025 tetap dipastikan berjalan dengan baik.
Berdasarkan data Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Barat, sebanyak 54 persen calon jemaah haji telah melakukan pendaftaran ulang.
Data ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional yang hanya mencapai 52 persen.
Tahun ini, Sumatera Barat mendapat kuota sekitar 4.500 jemaah, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.***