DOHA, UEA – Pemerintah Qatar mengecam keras serangan drone terhadap sebuah kapal kargo komersial di wilayah perairannya. Insiden tersebut dinilai sebagai ancaman serius terhadap kebebasan navigasi internasional dan stabilitas kawasan Timur Tengah yang tengah memanas.
Kementerian Luar Negeri Qatar menyebut kapal kargo yang datang dari Abu Dhabi itu diserang drone saat melintas di timur laut Pelabuhan Mesaieed pada Minggu pagi waktu setempat.
Serangan tersebut menyebabkan kebakaran kecil di atas kapal, meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka.
Dalam pernyataan resminya, Doha menyebut insiden itu sebagai pelanggaran berat terhadap hukum internasional.
“Insiden tersebut merupakan pelanggaran mencolok terhadap kebebasan navigasi dan hukum internasional,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Qatar.
Qatar menilai serangan terhadap kapal sipil berpotensi memperburuk ketegangan kawasan yang saat ini berada dalam kondisi sangat sensitif akibat konflik Iran dan Israel.
Pemerintah Qatar juga mengingatkan bahwa gangguan terhadap jalur pelayaran internasional dapat berdampak langsung pada rantai pasok global, termasuk distribusi energi dan perdagangan dunia.
Doha menggambarkan serangan drone itu sebagai “eskalasi berbahaya yang mengancam keselamatan jalur maritim dan pasokan regional yang vital.”
Hingga kini belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. Namun insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan militer antara Iran dengan sejumlah negara sekutu Barat di Timur Tengah.
Qatar menegaskan bahwa serangan terhadap kapal sipil tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun.
“Serangan terhadap kapal komersial dan sipil, terlepas dari pelakunya, merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan ancaman langsung terhadap stabilitas regional dan global,” lanjut pernyataan itu.
Insiden di perairan Qatar menambah daftar panjang ancaman keamanan maritim di kawasan Teluk. Jalur laut di kawasan tersebut selama ini menjadi rute vital perdagangan energi dunia, termasuk pengiriman minyak dan gas alam cair.
Sejumlah analis menilai meningkatnya serangan drone terhadap target sipil menunjukkan konflik Timur Tengah mulai meluas ke sektor perdagangan internasional.
Selain meningkatkan risiko ekonomi global, situasi tersebut juga berpotensi memicu respons militer baru dari negara-negara kawasan maupun kekuatan Barat yang memiliki kepentingan strategis di Teluk.
Pemerintah Qatar hingga kini terus berkoordinasi dengan otoritas keamanan regional guna menyelidiki sumber serangan dan memperkuat pengamanan jalur pelayaran internasional.