BANTEN – Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Heru Widodo membenarkan insiden dua pemudik terjatuh ke laut saat mengantre kapal di Dermaga 1 Pelabuhan Merak, Sabtu dini hari (29/3/2025). Korban merupakan sepasang suami istri yang terburu-buru masuk kapal sebelum garbarata (jembatan penyeberangan) menempel sempurna.
Korban Alami Luka Ringan
Heru menjelaskan, kejadian ini terjadi akibat calon penumpang yang memaksakan diri masuk kapal meski akses belum sepenuhnya aman.
“Betul ada insiden, karena penumpang terburu-buru ingin cepat masuk kapal bersama penumpang lainnya,” kata Heru saat dihubungi
Kedua korban telah dievakuasi dan dibawa ke puskesmas terdekat. Meski terjatuh ke laut, mereka hanya mengalami luka lecet di kaki.
“Sudah dilakukan penanganan, korban sudah dibawa ke puskesmas untuk dilakukan pengecekan kondisi fisik dan kesehatan. Korban mengalami luka ringan dan lecet di kaki,” jelasnya.
Kronologi Insiden
Berdasarkan laporan petugas Tim SAR di lokasi, kejadian terjadi sekitar pukul 00.40 WIB saat penumpang menaiki KMP Eirene di Dermaga Eksekutif 1. Saat itu, garbarata belum menempel sempurna dengan kapal, sehingga terdapat celah yang mengakibatkan kedua korban terpeleset.
“Iya, tadi jatuh, ada dua orang, laki-laki dan perempuan. Saat ini sudah dievakuasi,” ujar petugas Tim SAR.
ASDP telah menyediakan garbarata untuk pejalan kaki, tetapi keselamatan tetap bergantung pada kedisiplinan penumpang.
Arahan ASDP untuk Pemudik
Heru Widodo mengingatkan para pemudik untuk tidak terburu-buru dan mengikuti prosedur yang ditetapkan petugas.
“Mungkin karena ingin cepat-cepat masuk kapal. Oleh karena itu, saya mengimbau kepada seluruh calon pemudik untuk mengikuti arahan petugas,” tegasnya.
Insiden ini menjadi peringatan penting bagi penumpang kapal feri, terutama saat arus mudik tinggi. Keselamatan harus menjadi prioritas dengan menghindari tindakan gegabah saat naik ke kapal.
Update Terkini:
Kedua korban telah stabil dan masih menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut.