JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta mendeteksi keberadaan dua sistem siklon tropis di sekitar perairan Indonesia, yaitu Siklon Tropis Kajiki dan Bibit Siklon Tropis 93W.
Kedua fenomena ini berpotensi memengaruhi cuaca di sejumlah wilayah, meski dampaknya bervariasi. Siklon Tropis Kajiki, yang terdeteksi di daratan Vietnam, berkembang dari Bibit Siklon Tropis 90W di Laut China Selatan, timur Vietnam. Saat ini, Kajiki memiliki kecepatan angin maksimum 60 knots (110 km/jam) dengan tekanan udara minimum 980 hPa.
Menurut Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, siklon ini bergerak ke arah Barat-Barat Laut, menjauhi wilayah Indonesia, dan diprediksi melemah menjadi tropical depression dalam 24 jam ke depan.
“Artinya, Indonesia relatif aman karena Kajiki tidak memberikan dampak langsung maupun tidak langsung terhadap cuaca di Tanah Air,” tegas Guswanto, Selasa (26/8/2025).
Namun, perhatian BMKG kini tertuju pada Bibit Siklon Tropis 93W yang terpantau di Laut Filipina Timur, utara Papua Barat Daya, sejak 23 Agustus 2025 pukul 13.00 WIB.
Dengan kecepatan angin maksimum 15 knots (28 km/jam) dan tekanan udara minimum 1006 hPa, bibit siklon ini berpotensi berkembang menjadi siklon tropis dalam 12 jam ke depan. Pergerakannya ke arah Barat-Barat Laut dapat memicu cuaca ekstrem, seperti hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi di beberapa wilayah.
Wilayah Terdampak Bibit Siklon Tropis 93W
BMKG memprediksi dampak Bibit Siklon Tropis 93W akan terasa mulai 25 Agustus 2025 pukul 19.00 WIB hingga 26 Agustus 2025 pukul 19.00 WIB. Berikut rincian wilayah yang berpotensi terdampak:
Hujan Sedang hingga Lebat: Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Gorontalo, Sulawesi Utara, dan Maluku Utara.
Angin Kencang: Kepulauan Sangihe dan Sulawesi Utara.
Gelombang Laut 1,25-2,5 Meter: Laut Sulawesi, Perairan Kepulauan Sangihe-Talaud, Laut Maluku, Samudra Pasifik utara Maluku, serta Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya hingga Papua.
Imbauan BMKG untuk Masyarakat
BMKG mengimbau masyarakat, terutama di wilayah terdampak, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem. Nelayan dan pelaku pelayaran diimbau memantau kondisi gelombang laut yang dapat mengganggu aktivitas maritim.
Pemerintah daerah juga diminta memperbarui kesiapsiagaan untuk mengantisipasi dampak seperti banjir atau longsor akibat hujan lebat.
Informasi terkini mengenai perkembangan siklon tropis dapat diakses melalui situs resmi BMKG atau kanal informasi cuaca lainnya.
Tetap waspada dan pastikan keselamatan di tengah ancaman cuaca ekstrem!