JAKARTA – Kabar duka kembali menyelimuti penyelenggaraan ibadah haji 2026 setelah seorang jemaah asal Kabupaten Pasuruan dilaporkan meninggal dunia di Madinah.
Peristiwa wafatnya jemaah haji asal Pasuruan ini menambah daftar duka jemaah Indonesia di Tanah Suci yang hingga kini terus menjadi perhatian pemerintah.
Informasi terkini dari otoritas terkait menegaskan bahwa aspek kesehatan jemaah haji menjadi fokus utama di tengah tingginya mobilitas dan kondisi fisik para jemaah, khususnya lansia.
Kementerian Haji dan Umrah mengonfirmasi bahwa seorang jemaah perempuan bernama Kamariah Dul Tayib (85) meninggal dunia saat menjalankan rangkaian ibadah haji di Madinah, Arab Saudi.
Kamariah diketahui tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 8 dari Embarkasi Surabaya melalui Bandar Udara Internasional Juanda.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaff, menyampaikan kabar duka tersebut dalam konferensi pers di Jakarta pada Selasa, 28 April 2026.
“Innalilahi wa inna ilaihi raji’un, kabar duka datang dari jemaah perempuan Kamariah Dul Tayib. Kita doakan semoga husnul khatimah,” kata Maria dalam keterangan pers di Jakarta, Selasa, 28 April 2026.
Dengan wafatnya Kamariah, total jemaah haji Indonesia yang meninggal dunia di Tanah Suci hingga saat ini berjumlah dua orang.
Sebelumnya, seorang jemaah asal Tegal bernama Rodiyah dilaporkan wafat akibat serangan jantung.
Di sisi lain, data layanan kesehatan menunjukkan sebanyak 1.373 jemaah menjalani rawat jalan di wilayah kerja Madinah.
Sebanyak 30 jemaah dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), sementara 54 lainnya mendapatkan penanganan lanjutan di rumah sakit Arab Saudi.
Pemerintah menegaskan bahwa sistem layanan kesehatan disiapkan secara menyeluruh guna memastikan keselamatan jemaah sejak keberangkatan hingga pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.
Fasilitas kesehatan yang disiagakan meliputi 40 klinik di Makkah serta lima klinik haji Indonesia di Madinah.
Setiap kloter juga dilengkapi dengan tenaga medis, termasuk dokter dan petugas kesehatan yang bertugas memantau kondisi jemaah secara intensif.
“Kami menyiapakan Klinik Kesehatan haji Indonesia (KKHI) di Makkah dan Madinah. Jemaah yang mengalami gangguan kesehatan, ditangani hingga tuntas dan dipantau sebagai bagian perlindungan jemaah,” katanya menegaskan.
Hingga akhir April 2026, jumlah jemaah haji Indonesia yang telah diberangkatkan tercatat mencapai 40.796 orang yang terbagi dalam 104 kloter.
Sementara itu, sebanyak 36.483 jemaah yang tergabung dalam 93 kloter telah tiba di Madinah dengan proses kedatangan yang berlangsung tertib dan terorganisir.
Petugas terus mengawal kedatangan jemaah dengan mengarahkan mereka menuju hotel untuk beristirahat sebelum melanjutkan rangkaian ibadah.
Pemerintah memastikan seluruh tahapan perjalanan haji berjalan lancar dengan pengawasan ketat dan pendampingan penuh bagi para jemaah Indonesia.***