JAKARTA – Chelsea dikabarkan semakin mendekati keputusan besar terkait posisi pelatih kepala dengan nama Xabi Alonso muncul sebagai kandidat terkuat yang mendapat dukungan luas dari ruang ganti.
Perkembangan ini terjadi di tengah upaya manajemen klub mencari sosok yang mampu membawa stabilitas setelah serangkaian perubahan pelatih sepanjang musim.
Alonso sendiri saat ini belum melatih sejak berpisah dengan Real Madrid pada Januari lalu dan diproyeksikan kembali ke dunia manajerial pada musim panas ini.
Kontak awal antara Chelsea dan pelatih asal Spanyol tersebut telah terjalin, dengan pembicaraan berfokus pada kemungkinan penunjukan sebagai pelatih kepala baru.
Situasi ini dimanfaatkan Chelsea di tengah kepastian Liverpool yang tetap mempertahankan Arne Slot meski performa tim kurang memuaskan.
Menurut laporan The Guardian, para pemain Chelsea menilai Alonso sebagai figur paling ideal untuk memimpin tim dan mengembalikan konsistensi performa.
“Dia punya karakter kuat dan visi jelas untuk tim,” ungkap salah satu sumber internal klub yang mengetahui dinamika ruang ganti, mengutip Liverpool.com, Sabtu (16/5/2026).
Nama Alonso memang berada di posisi terdepan dalam daftar kandidat, meski Chelsea juga mempertimbangkan beberapa nama lain.
Daftar tersebut mencakup Andoni Iraola, Marco Silva, Oliver Glasner, serta mantan pelatih Flamengo Filipe Luis.
Keputusan final diperkirakan akan dipercepat setelah laga final Piala FA melawan Manchester City.
Namun, Alonso disebut tidak akan menerima tawaran tanpa jaminan kuat terkait kewenangannya dalam kebijakan transfer pemain.
Ia menginginkan kontrol lebih besar dalam proses rekrutmen dibandingkan pelatih sebelumnya di bawah struktur kepemilikan BlueCo.
Chelsea dikabarkan siap mengakomodasi tuntutan tersebut demi mengamankan tanda tangan Alonso.
Sejak awal karier kepelatihannya di Bayer Leverkusen pada 2022, Chelsea telah memantau perkembangan Alonso secara intensif.
Kehadiran Alonso diyakini dapat meningkatkan moral tim yang sempat menurun akibat ketidakstabilan manajerial, termasuk setelah kepergian Enzo Maresca.
Liam Rosenior sebelumnya juga gagal sepenuhnya mendapatkan kepercayaan skuad, yang berdampak pada inkonsistensi performa tim.
Para pemain menilai pelatih baru harus memiliki wibawa kuat dan kemampuan mengelola ego besar dalam tim, sesuatu yang dianggap dimiliki Alonso.
Selain faktor teknis, reputasi Alonso juga dinilai dapat membantu Chelsea dalam menarik pemain-pemain top ke Stamford Bridge.
Saat ini, prioritas utama klub adalah mendatangkan striker tajam untuk mengatasi masalah produktivitas gol yang belum terselesaikan.
Selain itu, Chelsea juga membidik bek tengah berpengalaman guna memperkuat lini pertahanan yang masih rapuh.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar klub dalam menyeimbangkan skuad muda dengan pengalaman dan kepemimpinan di lapangan.***