JAKARTA – Abdul Kadir Karding kembali menjadi perhatian publik setelah dipercaya mengemban amanah sebagai Kepala Badan Karantina. Penunjukan tersebut dinilai sejalan dengan rekam jejak panjangnya di bidang politik, pemerintahan, dan organisasi, yang menunjukkan pengalaman luas dalam pengelolaan kebijakan publik.
Karding lahir di Donggala, Sulawesi Tengah, pada 25 Maret 1973. Ia dikenal aktif berorganisasi sejak masa muda. Kiprahnya sebagai Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) pada pertengahan 1990-an menjadi awal perjalanan kepemimpinannya. Dari lingkungan kampus, kemampuan organisasi, komunikasi, dan jejaringnya mulai terbentuk.
Karier politik Karding berkembang ketika bergabung dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Pada awal 2000-an, ia mendapat kepercayaan menempati sejumlah posisi penting di tingkat daerah, di antaranya Ketua Fraksi PKB DPRD Jawa Tengah dan kemudian Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah periode 2004–2009. Pengalaman tersebut menjadi modal penting menuju panggung politik nasional.
Pada Pemilu 2009, Karding terpilih sebagai anggota DPR RI. Sejak saat itu, ia menjalankan amanah sebagai wakil rakyat selama tiga periode berturut-turut hingga 2024. Di parlemen, ia dipercaya mengisi berbagai posisi strategis, mulai dari Ketua Komisi VIII yang membidangi urusan agama dan sosial, hingga anggota Komisi III dan Komisi VII yang menangani hukum, keamanan, energi, serta industri.
Di internal partai, Karding juga memiliki peran penting. Ia pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal DPP PKB periode 2014–2019. Jabatan tersebut mencerminkan kepercayaan besar terhadap kapasitasnya dalam memperkuat konsolidasi organisasi serta merumuskan strategi politik partai.
Selain di legislatif dan partai, Karding juga aktif dalam berbagai agenda politik nasional, termasuk keterlibatan dalam tim kampanye pemilihan presiden. Pengalaman ini memperkaya perspektifnya dalam memahami dinamika kebijakan dan tata kelola pemerintahan.
Babak baru kariernya dimulai ketika dipercaya menjabat sebagai Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia pada 2024. Penugasan tersebut menunjukkan kepercayaan pemerintah terhadap kemampuannya menangani isu strategis nasional, khususnya perlindungan warga negara Indonesia yang bekerja di luar negeri.
Selanjutnya, Karding kembali mendapat amanah baru sebagai Kepala Badan Karantina. Penunjukan ini dipandang sebagai langkah strategis mengingat lembaga tersebut memiliki peran penting dalam menjaga keamanan hayati, pengawasan lalu lintas komoditas, serta perlindungan sumber daya alam nasional.
Perjalanan karier Abdul Kadir Karding mencerminkan proses yang bertahap dan konsisten, mulai dari aktivis mahasiswa, politisi daerah, legislator nasional, hingga pejabat eksekutif. Seluruh pengalaman tersebut menjadi fondasi kuat dalam menjalankan tanggung jawab barunya.
Publik kini menaruh harapan besar agar Karding mampu membawa Badan Karantina semakin adaptif, profesional, dan responsif dalam menghadapi tantangan global, terutama di bidang keamanan pangan, kesehatan hewan, serta perlindungan sumber daya hayati Indonesia. (ACH)