JAKARTA โ Harapan publik Inggris terhadap Emma Raducanu kembali meningkat menjelang Wimbledon setelah petenis berusia 22 tahun itu tampil impresif hingga mencapai partai final turnamen Queenโs Club.
Meski harus mengakui keunggulan Donna Vekic di laga puncak, performa Raducanu di lapangan rumput London dianggap sebagai sinyal positif bahwa sang juara US Open 2021 mulai menemukan kembali permainan terbaiknya.
Saat ini Raducanu memilih beristirahat selama sepekan sebelum melanjutkan persiapan di Eastbourne Open, yang menjadi turnamen pemanasan terakhir sebelum tampil di Wimbledon.
Namun, keputusan tersebut memunculkan perdebatan setelah mantan petenis nomor satu Inggris, Greg Rusedski, menyampaikan pandangan berbeda terkait strategi yang sebaiknya dijalankan Raducanu.
Rusedski Sarankan Raducanu Tetap Bertanding
Menurut Rusedski, Raducanu seharusnya tetap tampil di turnamen pekan depan guna menjaga ritme permainan yang sedang menanjak.
Ia menilai momentum positif yang sedang dimiliki Raducanu akan lebih efektif jika terus dipertahankan melalui pertandingan kompetitif.
โJika saya menjadi pelatihnya, saya akan memintanya bermain pekan depan dan kemudian beristirahat menjelang Wimbledon agar momentum positifnya tetap terjaga,โ kata Greg Rusedski seperti dikutip Tennis World, Selasa (16/6/2026).
Mantan finalis Grand Slam itu menilai Raducanu sudah mengumpulkan cukup banyak pengalaman bertanding di lapangan rumput musim ini sehingga fokus utama saat ini adalah menjaga konsistensi performa.
Raducanu Dinilai Aset Besar Tenis Putri
Rusedski juga menegaskan bahwa Raducanu masih menjadi salah satu figur paling berpengaruh dalam tenis putri dunia.
Ia mengingatkan bahwa pencapaian Raducanu menjuarai US Open 2021 sebagai petenis kualifikasi merupakan salah satu kisah paling fenomenal dalam sejarah tenis modern.
Popularitas Raducanu yang tetap tinggi di Inggris bahkan ketika menghadapi berbagai cedera dan kritik menjadi bukti kuat besarnya daya tarik sang petenis.
โEmma adalah aset besar bagi tenis putri. Kisahnya luar biasa dan hingga kini tetap menjadi pemain yang paling banyak dibicarakan di Inggris,โ ujar Rusedski.
Ia menambahkan bahwa kehadiran sosok seperti Raducanu sangat penting untuk meningkatkan minat penggemar serta menciptakan rivalitas yang menarik dalam kompetisi tenis putri.
Ranking Meningkat, Peluang Unggulan Terbuka
Keberhasilan melaju hingga final Queenโs Club memberikan dampak signifikan terhadap posisi Raducanu di peringkat dunia.
Petenis Inggris tersebut kini naik ke posisi 31 ranking WTA dan berpeluang memperoleh status unggulan pada Wimbledon apabila terjadi perubahan peringkat menjelang pengundian.
Pencapaian itu sekaligus memperlihatkan tren peningkatan performa setelah beberapa bulan terakhir berjuang memulihkan kondisi fisik dan menemukan kembali konsistensi permainan.
Andrew Richardson Kembali Bawa Pengaruh Positif
Optimisme terhadap peluang Raducanu juga semakin besar setelah kembalinya Andrew Richardson ke dalam tim kepelatihannya.
Richardson merupakan sosok yang mendampingi Raducanu saat meraih gelar bersejarah US Open 2021.
Kehadiran pelatih tersebut disebut berhasil membantu meningkatkan kepercayaan diri serta kestabilan permainan Raducanu dalam beberapa turnamen terakhir.
Meski demikian, kondisi kebugaran masih menjadi perhatian utama menjelang Wimbledon.
Masalah pada bagian paha yang sempat dirasakan saat tampil di London serta keputusan absen dari turnamen Nottingham menunjukkan bahwa faktor fisik masih menjadi tantangan terbesar bagi Raducanu.
Target Realistis di Wimbledon
Sejumlah analis tenis menilai target paling realistis bagi Raducanu di Wimbledon adalah mencapai pekan kedua kompetisi.
Babak 16 besar hingga perempat final dianggap sebagai sasaran yang masuk akal jika kondisi fisiknya tetap terjaga.
Namun, apabila tampil dalam keadaan sepenuhnya fit, kemampuan bermain Raducanu di lapangan rumput dinilai cukup berbahaya bagi siapa pun yang menjadi lawannya.
Kandidat Juara Wimbledon Putri
Sementara itu, persaingan Wimbledon sektor putri diperkirakan berlangsung sangat ketat.
Dua nama yang banyak dijagokan sebagai kandidat juara adalah Aryna Sabalenka dan Elena Rybakina.
Keduanya memiliki karakter permainan agresif dengan servis kuat yang dinilai sangat cocok untuk permukaan lapangan rumput.
Meski demikian, tenis putri dalam beberapa musim terakhir dikenal sangat kompetitif dan sulit diprediksi sehingga peluang kejutan tetap terbuka lebar.
Bagi Raducanu, Wimbledon tahun ini menjadi kesempatan penting untuk membuktikan bahwa dirinya kembali siap bersaing di level tertinggi setelah melewati periode sulit akibat cedera dan inkonsistensi performa.
Fakta Singkat Emma Raducanu
- Juara US Open 2021.
- Naik ke peringkat 31 dunia WTA.
- Finalis Queenโs Club 2026.
- Kembali bekerja sama dengan Andrew Richardson.
- Berpeluang menjadi unggulan di Wimbledon.***