Juara dunia F1 tujuh kali, Lewis Hamilton, menunjukkan kelasnya dalam balapan penuh drama di Formula 1 GP Malaysia yang digelar di Sirkuit Sepang. Meski sempat terlempar ke barisan paling belakang akibat perjudian strategi ban Ferrari yang gagal total, pebalap berusia 41 tahun tersebut berhasil melakukan comeback spektakuler hingga mengamankan podium ketiga.
Kekacauan bermula sebelum start, saat hujan turun mengguyur lintasan. Ferrari mengambil keputusan berisiko tinggi dengan memasang ban kering (slick) pada mobil Hamilton, padahal sebagian lintasan masih sangat basah.
“Saya sempat melihat ke tanah di pit lane dan bilang ke tim, ‘Ini masih basah.’ Tapi mereka meyakinkan kalau trek akan cepat mengering,” kenang Hamilton mengenai momen krisis sebelum start.
“Saat keluar dari pit lane dan melihat mobil Max (Verstappen) menyemprotkan air di depan saya, saya langsung sadar: Oke, balapan saya dalam bahaya besar.”
Tertinggal Satu Menit, Tetap Tenang di Atas Lintasan
Strategi yang meleset itu membuat Hamilton dan rekan setimnya, Charles Leclerc, meluncur bebas dari posisi terdepan ke urutan ke-21 dan ke-22 pada lap pertama. Hamilton bahkan sempat tertinggal lebih dari satu menit 40 detik dari pimpinan balapan.
Namun, alih-alih frustrasi, Hamilton memilih bertahan hingga kondisi lintasan benar-benar mengering. Begitu trek kembali bersahabat, kecepatan mobil Ferrari miliknya tak tertahankan. Satu per satu pebalap ia lewati hingga akhirnya sukses merebut posisi ketiga dari Isack Hadjar (Red Bull) saat balapan menyisakan tiga lap saja.
“Jujur, saya tak pernah membayangkan bisa kembali ke podium setelah tertinggal sejauh itu. Saya sangat berterima kasih kepada tim atas kerja keras mereka saat pit stop,” ujar pebalap asal Inggris tersebut.
Sindiran Lucu untuk Tim Strategi Ferrari
Ketika ditanya apa yang akan ia sampaikan dalam sesi evaluasi (debrief) bersama tim pasca-balapan, Hamilton menyikapi blunder tersebut dengan lelucon santai.
“Yang jelas… saya gak bakal pergi ke kasino bareng tim strategi,” kelakar Hamilton sambil tertawa.
“Kami pasti akan berdiskusi secara terbuka. Saya sangat bangga pada seluruh kru dan teknisi yang telah memberikan segalanya. Kami tahu ada area yang harus ditingkatkan, tapi yang terpenting mobil ini terasa sangat cepat. Pekan depan kami siap bertarung lagi,” tambahnya.
Bos Tim Ferrari, Fred Vasseur, mengakui bahwa keputusan memilih ban kering di awal balapan adalah sebuah kesalahan, meski ia mengapresiasi daya juang para pebalapnya.
“Pilihan ban selalu bisa diperdebatkan. Dari pit wall, Anda tidak punya gambaran utuh seluruh area trek. Kali ini kami berada di sisi yang salah, tapi bangkit dari posisi 21 dan 22 hingga meraih podium adalah performa yang sangat kuat,” puji Vasseur.