JAKARTA – Garda Revolusi Iran pada Rabu memperingatkan bahwa konflik di Timur Tengah berpotensi menyebar ke luar kawasan jika Amerika Serikat dan Israel melanjutkan serangan terhadap Iran. Peringatan ini muncul meski gencatan senjata telah berlaku sejak 8 April.
Pernyataan tersebut menanggapi komentar Presiden AS Donald Trump yang mengatakan Washington dapat kembali menyerang Iran jika tidak ada kesepakatan permanen dalam beberapa hari mendatang. “Jika agresi terhadap Iran diulangi, perang regional yang dijanjikan kali ini akan menyebar jauh melampaui kawasan ini, dan pukulan dahsyat kami akan menghancurkan kalian,” tulis Garda Revolusi di situs resmi mereka, Sepah News, yang dilansir Rabu (20/5/2026).
Iran menegaskan bahwa pihaknya belum mengerahkan seluruh kemampuan militer dalam perang yang berlangsung hampir 40 hari, meski serangan sebelumnya telah menewaskan sejumlah pemimpin tinggi, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
Trump menetapkan tenggat waktu singkat, menyebut serangan bisa dilanjutkan “dua atau tiga hari, mungkin Jumat, Sabtu, Minggu, atau awal minggu depan.” Ia juga mengatakan beberapa pemimpin negara Teluk Arab sempat memintanya menunda serangan.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi memperingatkan di platform X bahwa “kembalinya perang akan menghadirkan lebih banyak kejutan.”
Meski gencatan senjata masih berlaku, pernyataan terbaru dari kedua belah pihak menunjukkan ketegangan tetap tinggi, dengan negosiasi damai yang belum mencapai hasil pasti.