JAKARTA — Garuda TV akan menyelenggarakan Economic Briefing 2026 Edisi Halal bertajuk “Halal as the New Growth Engine: Memperkuat Ekosistem, Kepastian Produk, dan Daya Saing Indonesia” pada Kamis, 15 Oktober 2026, di Yudistira Ballroom, Patra Jasa Office Tower, Jakarta Selatan.
Forum ini akan membahas perkembangan industri halal Indonesia di tengah momentum implementasi Wajib Halal yang mulai berlaku pada 18 Oktober 2026.
Kebijakan tersebut mencakup berbagai kategori produk, antara lain makanan dan minuman, kosmetik, obat bahan alam, suplemen kesehatan, serta sejumlah produk lainnya.
Direktur Utama Garuda TV, Fahmi M. Anwari, mengatakan bahwa industri halal perlu dilihat tidak hanya dari sisi sertifikasi dan kepatuhan, tetapi sebagai bagian dari ekosistem yang dapat menciptakan nilai dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
“Halal bukan hanya tentang bagaimana sebuah produk memenuhi standar. Halal juga berbicara tentang bagaimana sebuah ekosistem membangun kepercayaan, menciptakan nilai, dan pada akhirnya menghasilkan pertumbuhan.”
“Karena itu, implementasi wajib halal pada 2026 seharusnya tidak hanya kita lihat sebagai sebuah regulatory milestone, tetapi juga sebagai momentum untuk melakukan economic transformation,” ujarnya.
Economic Briefing 2026 Edisi Halal akan mengangkat pembahasan mengenai kesiapan pemerintah dan pelaku usaha menghadapi implementasi Wajib Halal, penguatan Halal Value Chain, serta pentingnya harmonisasi antara jaminan halal, keamanan, dan mutu produk.
Forum ini akan menghadirkan Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Haikal Hassan, sebagai Keynote Speaker yang akan memberikan perspektif mengenai kebijakan dan implementasi jaminan produk halal di Indonesia.
Sesi panel akan menghadirkan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar, Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Fithra Faisal Hastiadi, Board of Expert ESQ Halal Hub Rinaldi Agusyana, serta Clara Antawidjaja yang akan memandu sebagai moderator.
Diskusi juga akan membahas penguatan ekosistem halal dari hulu hingga hilir, kesiapan pelaku usaha termasuk UMKM, integrasi rantai pasok, serta dukungan regulasi dan pengawasan.
Pengembangan industri halal diharapkan tidak hanya berorientasi pada pemenuhan sertifikasi, tetapi juga menjadi bagian dari strategi peningkatan daya saing, inovasi, investasi, dan perluasan pasar produk Indonesia.
Melalui Economic Briefing 2026 Halal Series, Garuda TV mendorong penguatan dialog dan kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem halal nasional yang lebih terintegrasi dan berdaya saing, sekaligus membuka peluang bagi Indonesia untuk mengambil peran lebih besar dalam rantai pasok halal global.***