JAKARTA – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,6 yang mengguncang Mesir pada Senin (3/8/2026) dini hari waktu setempat. Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kairo langsung bergerak cepat memantau situasi dan menghubungi seluruh simpul WNI di berbagai kota begitu gempa terjadi.
Direktur Pelindungan WNI Kemlu, Heni Hamidah, menjelaskan gempa mengguncang sekitar pukul 03.00 waktu setempat dengan kedalaman 26 kilometer. Guncangan yang berlangsung kurang dari satu menit itu berpusat sekitar 61 kilometer di timur laut Kota Sharm el Sheikh, destinasi wisata populer yang berjarak kurang lebih 500 kilometer dari Ibu Kota Kairo.
“Kejadian tersebut sempat membuat panik warga karena guncangannya yang cukup terasa,” ujar Heni dalam keterangannya, dikutip Selasa (4/8/2026).
Meski tidak menimbulkan kerusakan pada bangunan maupun infrastruktur, getaran gempa dilaporkan dirasakan cukup luas hingga ke Kairo, Suez, dan sejumlah provinsi lain di Mesir. Kondisi inilah yang sempat memicu kepanikan warga setempat pada dini hari tersebut.
Merespons kejadian ini, KBRI Kairo segera melakukan langkah antisipatif dengan menghubungi simpul-simpul komunitas WNI yang tersebar di sejumlah wilayah Mesir, mulai dari Kairo, Alexandria, Mansoura, Hurghada, Luxor, hingga Sharm el Sheikh yang menjadi lokasi terdekat dengan pusat gempa. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kondisi dan keselamatan WNI pascabencana.
Hasil pemantauan tersebut menunjukkan hasil yang melegakan. Heni mengungkapkan bahwa hingga saat pernyataan disampaikan, belum ada satu pun laporan WNI yang terdampak gempa. Bahkan, sejumlah WNI yang berada di Hurghada dan Luxor mengaku sama sekali tidak merasakan adanya guncangan gempa tersebut.
“Sejauh ini belum ada laporan WNI yang terdampak gempa tersebut. Bahkan, terdapat WNI di Hurghada dan Luxor mengaku tidak merasakan gempa dimaksud,” katanya.
Meski kondisi terpantau aman, Kemlu tidak lantas mengendurkan kewaspadaan. Seluruh WNI yang berada di wilayah Mesir tetap diimbau untuk waspada dan senantiasa mengikuti perkembangan informasi dari sumber-sumber resmi. Kemlu juga meminta para WNI di Mesir untuk terus menjaga komunikasi dengan KBRI Kairo, khususnya apabila terjadi perkembangan situasi lebih lanjut pascagempa.
Sebagai bentuk kesiapsiagaan, Kemlu menyediakan dua jalur komunikasi darurat yang dapat dihubungi WNI sewaktu-waktu. Untuk WNI yang berada di Mesir, dapat menghubungi Hotline KBRI Kairo di nomor +20-10-2222-9989. Sementara itu, jalur komunikasi darurat lain juga tersedia melalui Hotline Direktorat Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri di nomor +62 812-9007-0027.



