SULUT – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang perairan Sulawesi Utara pagi ini memicu peringatan waspada tsunami dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Gempa ini berpotensi memicu gelombang tsunami setinggi hingga 50 cm di beberapa wilayah pesisir Sulawesi Utara dan Papua, menimbulkan kekhawatiran akan banjir rob di kawasan tersebut.
Gempa terjadi pada pukul 08.43 WIB, berpusat di koordinat 7,23° LU – 126,83° BT, sekitar 275 km barat laut Pulau Karatung, Kabupaten Kepulauan Talaud. Dengan kedalaman hanya 58 km, gempa dangkal ini dipicu oleh aktivitas subduksi lempeng tektonik dengan pola pergerakan naik (thrust fault), yang sering menjadi pemicu tsunami di kawasan Cincin Api Pasifik. Getaran gempa terasa hingga Filipina selatan, namun belum ada laporan korban jiwa atau kerusakan signifikan hingga berita ini diturunkan.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menegaskan bahwa pemodelan tsunami menunjukkan ancaman di beberapa wilayah pesisir. “Masyarakat di wilayah pesisir agar tetap tenang dan tidak panik, namun tetap siaga terhadap kemungkinan kenaikan muka air laut,” ujarnya dalam pernyataan resmi.
Wilayah yang masuk Status Waspada Tsunami :
- Kepulauan Talaud (estimasi gelombang tiba pukul 09.59 WITA)
- Kota Bitung (10.49 WITA)
- Minahasa Utara bagian selatan (11.01 WITA)
- Minahasa bagian selatan (11.02 WITA)
- Kabupaten Supiori di Papua (12.26 WIT)
Meski ketinggian gelombang diprediksi tidak melebihi 50 cm, risiko tetap ada, terutama bagi nelayan dan pemukiman di pesisir.
BMKG mengimbau warga untuk menjauhi pantai, memantau informasi resmi melalui aplikasi InaTEWS atau situs bmkg.go.id, dan mengikuti arahan evakuasi jika sirene peringatan berbunyi. Pengalaman tsunami Palu 2018 menjadi pengingat betapa cepatnya bencana ini dapat terjadi, terutama di zona seismik aktif seperti Sulawesi Utara dan Papua.
Pemerintah daerah telah mengaktifkan posko darurat untuk koordinasi respons, sementara BMKG terus memantau aktivitas tektonik di wilayah tersebut. Masyarakat diimbau untuk waspada terhadap hoaks dan hanya mempercayai informasi dari sumber resmi, terutama di tengah musim hujan yang dapat memperumit situasi.