Sebuah kebakaran hebat melanda fasilitas industri di Jalan Bypass Mojokerto pada Rabu (27/5/2026) siang. Pabrik daur ulang ban bekas milik CV Indah Sentosa Ban hangus terbakar setelah si jago merah mengamuk dan melahap area produksi seluas 500 hingga 600 meter persegi.
Hingga pukul 17.35 WIB, kobaran api belum sepenuhnya berhasil dijinakkan. Kepulan asap hitam pekat yang membubung tinggi akibat material karet yang terbakar bahkan terlihat jelas menghiasi langit senja dari kejauhan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, dampak kerusakan di dalam area pabrik tergolong sangat parah. Tidak hanya tumpukan potongan dan serbuk ban bekas yang ludes, amukan api juga menghanguskan mesin-mesin utama, deretan diesel, troli, truk forklift, hingga meruntuhkan atap bangunan pabrik.
“Material yang ada di dalam adalah bahan yang sangat mudah terbakar, sehingga api dengan cepat menjalar dan membesar ke hampir seluruh area perusahaan. Yang terbakar meliputi mesin, diesel, hingga forklift,” ujar Komandan Regu UPTD Damkar Kota Mojokerto, Suyitno, di lokasi kejadian.
Kronologi dan Dugaan Penyebab: Pabrik Kosong Steril Karyawan
Petugas pemadam kebakaran menerima laporan petaka ini sekitar pukul 13.15 WIB. Begitu armada pertama tiba di lokasi, kobaran api ternyata sudah terlanjur membesar dan menguasai titik tengah pabrik.
Mengingat skala kebakaran yang masif, sedikitnya 8 unit truk PMK gabungan diterjunkan ke lokasi untuk memutus perambatan api. Petugas berjibaku menyemprotkan air di bawah kepungan asap beracun. Menjelang petang, petugas mengonfirmasi sisa area yang terbakar tinggal menyisakan sekitar 30 persen dan sedang dalam proses pembasahan total.
-
Penyebab Sementara: Kebakaran diduga kuat dipicu oleh korsleting atau hubungan arus pendek listrik pada instalasi pabrik.
-
Kondisi Operasional: Saat petaka terjadi, pabrik pengolahan serbuk ban tersebut sedang dalam kondisi mati total dan tidak ada aktivitas produksi sama sekali.
Dipastikan Nihil Korban Jiwa
Kapolsek Magersari, Kompol Amat, bersama Pengawas CV Indah Sentosa Ban, Edi Sutanto (62), mengonfirmasi bahwa seluruh karyawan pabrik sedang dirumahkan untuk merayakan Hari Raya Idul Adha. Di dalam kompleks industri tersebut hanya menyisakan personel satpam yang berjaga di pos depan.
“Sama sekali tidak ada aktivitas karyawan karena hari libur lebaran. Selama hari libur, area dalam pabrik dipastikan steril dari orang,” kata Edi Sutanto.
Pihak kepolisian memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden ini. Begitu proses pemadaman dan pembasahan selesai 100 persen, lokasi kejadian akan diserahkan penuh kepada Tim Olah TKP Polres Mojokerto untuk penyelidikan hukum lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti kebakaran.