JAKARTA – Venezuela kembali diguncang gempa susulan kuat pada Senin pagi (29/6/2026) waktu setempat, lima hari setelah gempa kembar yang menewaskan 1.719 orang dan puluhan ribu lainnya hilang.
Survei Geologi AS mencatat magnitido 4,6, sementara Survei Geologi Kolombia memperkirakan 55,1.
Guncangan terasa di Caracas dan La Guaira, kota pelabuhan yang hancur, memicu kepanikan warga yang berhamburan ke jalan. “Saya sedang tidur ketika guncangan itu membangunkan saya. Rasanya hampir sekuat gempa hari Rabu,” kata Amarelis Mendoza, warga El Hatillo.
Meski tidak ada laporan kerusakan baru, jalur metro Caracas kembali ditutup karena kekhawatiran infrastruktur melemah. Operasi pencarian di gedung apartemen Rita yang runtuh pekan lalu sempat dihentikan sementara akibat gempa susulan.
Krisis kemanusiaan semakin dalam. Banyak warga memilih tidur di luar gedung atau tenda darurat karena takut longsoran. Perserikatan Bangsa-Bangsa menyiapkan 10.000 kantong jenazah, meski berharap jumlah korban tidak setinggi itu. “Kita pasti sedang melihat angka yang lebih tinggi daripada yang telah dilaporkan,” ujar Gianluca Rampolla del Tindaro, koordinator PBB untuk Venezuela.
Respons internasional terus berdatangan. Sebanyak 27 negara mengirim lebih dari 2.000 personel penyelamat dan 160 anjing pencari. Marinir AS juga telah memperbaiki salah satu pelabuhan utama Venezuela untuk memperlancar distribusi bantuan.