JAKARTA – Peralihan MotoGP ke ban Pirelli dinilai berpotensi mengubah tatanan kompetitif ajang balap motor paling bergengsi.
Mantan juara dunia WorldSBK sekaligus eks pembalap Grand Prix, Sylvain Guintoli, menegaskan adaptasi cepat terhadap karakteristik ban baru akan memberi “keuntungan besar” bagi tim.
Guintoli, yang pernah terlibat dalam pengembangan ban Michelin untuk MotoGP, juga mengenal ban Pirelli melalui perannya sebagai penguji BMW di WorldSBK. “Ban sangat berpengaruh. Ban benar-benar merupakan titik kontak Anda dengan lintasan. Balapan pada dasarnya adalah tentang memanfaatkan potensi penuh ban sepanjang balapan,” ujarnya, dilansir Crash.net, Rabu (8/4/2026).
Menurutnya, setiap merek ban memiliki karakteristik berbeda, mulai dari kelenturan, grip, feedback, hingga daya tahan. Ia memperkirakan ban MotoGP Pirelli akan membawa DNA dari ban WorldSBK, meski spesifikasi final belum diumumkan. “Siapa pun yang mampu memecahkannya terlebih dahulu akan memiliki keuntungan besar karena ban membuat perbedaan yang sangat besar,” tegasnya.
MotoGP sendiri akan memasuki era baru pada 2027 dengan regulasi mesin 850cc, penggunaan 100% bahan bakar berkelanjutan, larangan perangkat ride-height, serta aero yang lebih kecil. Namun, Guintoli menilai ban tetap menjadi faktor penentu utama.
Di luar lintasan, Guintoli juga akan mengikuti London Marathon 2026 pada 26 April mendatang dengan mengenakan pakaian balap, sebagai bentuk penghormatan kepada mendiang putranya, Luca.