JAKARTA – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali mengalami penurunan pada perdagangan Jumat, 30 Oktober 2026.
Berdasarkan pembaruan harga di laman resmi Logam Mulia, emas Antam terkoreksi Rp13.000 per gram dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Penurunan tersebut membuat harga emas Antam ukuran 1 gram kini berada di level Rp2.546.000.
Sementara itu, harga pembelian kembali atau buyback juga tercatat sebesar Rp2.341.000 per gram.
Pergerakan ini memperpanjang tekanan terhadap harga emas Antam setelah sebelumnya mengalami penurunan pada perdagangan Kamis, 29 Oktober 2026.
Logam Mulia menyediakan emas batangan Antam dalam beragam pilihan berat, mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram.
Besaran harga setiap keping berbeda sesuai berat emas dan ketentuan harga jual yang berlaku.
Berikut daftar lengkap harga emas Antam berdasarkan pecahan pada Jumat, 30 Oktober 2026:
- Emas 0,5 gram: Rp1.323.000.
- Emas 1 gram: Rp2.546.000.
- Emas 2 gram: Rp5.032.000.
- Emas 3 gram: Rp7.523.000.
- Emas 5 gram: Rp12.505.000.
- Emas 10 gram: Rp24.955.000.
- Emas 25 gram: Rp62.262.000.
- Emas 50 gram: Rp124.445.000.
- Emas 100 gram: Rp248.812.000.
- Emas 250 gram: Rp621.765.000.
- Emas 500 gram: Rp1.243.320.000.
- Emas 1.000 gram: Rp2.486.600.000.
Harga Buyback Emas Antam
Selain harga jual, investor juga perlu memperhatikan nilai buyback atau harga yang ditetapkan ketika menjual kembali emas kepada Antam.
Pada Jumat, 30 Oktober 2026, harga buyback emas Antam berada di posisi Rp2.341.000 per gram.
Nilai tersebut menjadi salah satu acuan bagi pemilik emas yang berencana mencairkan investasinya melalui transaksi penjualan kembali.
Perlu diperhatikan bahwa harga jual dan harga buyback memiliki selisih yang perlu diperhitungkan sebelum melakukan transaksi.
Penurunan harga emas tidak selalu menjadi sinyal bahwa investor harus segera membeli ataupun menjual kepemilikannya.
Calon pembeli sebaiknya memperhatikan perkembangan harga secara berkala serta menyesuaikan keputusan investasi dengan tujuan keuangan masing-masing.
Selain itu, investor perlu memperhitungkan selisih harga jual dan buyback, biaya transaksi, serta potensi perubahan harga dalam jangka pendek.***